Breaking News:

Kota Yogyakarta

SMPN 1 Yogyakarta Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka 29 April, Kuatkan Pendidikan Karakter

SMPN 1 Yogyakarta Mulai Simulasi Pembelajaran Tatap Muka 29 April, Kuatkan Pendidikan Karakter

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - SMPN 1 Kota Yogyakarta menjadi salah satu dari 5 SMP dan 5 SD di Kota Yogyakarta yang ditunjuk menjadi sekolah percontohan pembelajaran tatap muka (PTM).

Kepala SMPN 1 Kota Yogyakarta, Y Niken Sasanti, mengatakan simulasi PTM terbatas di sekolahnya akan dilaksanakan mulai Kamis (29/4/2021) hingga Jumat (7/5/2021).

Siswa yang akan mengikuti uji coba PTM tersebut ialah siswa kelas VII dan VIII.

Menurut Niken, jumlah siswa kelas VII dan VIII di sekolahnya ialah sebanyak 527 siswa.

Namun, setiap hari simulasi PTM hanya melibatkan separo dari jumlah tersebut, yakni sekitar 263 siswa.

Adapun siswa kelas IX tidak lagi mengikuti simulasi PTM dikarenakan telah menjalani ujian sekolah secara daring pada 26 April hingga 3 Mei 2021.

Niken menjelaskan, setiap harinya siswa yang masuk sekolah dibagi berdasarkan urutan presensi.

Semisal, nomor presensi 1 sampai sekian pada hari pertama dan nomor presensi berikutnya pada kemudian harinya.

Baca juga: 94 PNS Pemkab Magelang Terima SK Pensiun dari Bupati

Baca juga: Ungkap Penyebab Kematian Bocah di Bantul Setelah Makan Paket Sate Misterius, Polisi Periksa 4 Saksi

Sehingga, satu anak ada yang mengikuti PTM 2 hari dalam seminggu dan ada yang 3 hari dalam seminggu.

"Hanya beberapa mata pelajaran yang disampaikan secara tatap muka, matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, PPKn, IPS, dan IPA. Minimal ini," ujar Niken kepada Tribunjogja.com, Selasa (27/4/2021).

Niken menambahkan, dalam satu hari hanya akan ada 1 shift siswa yang masuk. Yang dimulai pukul 07.30 WIB dengan kegiatan literasi dan keagamaan, kemudian pelajaran dimulai pukul 08.00-09.30 WIB (3 jam pelajaran).

Dalam simulasi PTM kali ini, menurut Niken, selain uji coba penerapan protokol kesehatan di sekolah, akan dilakukan pula penguatan pendidikan karakter.

"Kami sudah berpengalaman waktu ASPD, kira-kira masalah protokol kesehatan akan sama seperti itu. Insyaallah kami sudah siap. Tinggal menjalankan. Ini betul-betul dikoordinasikan oleh dinas pendidikan," tuturnya.

"Untuk PTM ini selain uji coba protokol kesehatan, pembelajarannya juga nanti akan menerapkan penguatan pendidikan karakter. Jadi seperti dulu masa tatap muka, anak datang lalu salam ke bapak ibu guru yang sudah menyambut di depan, ada tadarus dan literasi di awal pelajaran, pas pulang ada menyanyikan lagu Padamu Negeri," sambungnya.

Ditanya antisipasi terkait munculnya kerumunan saat siswa berada di sekolah, Niken menerangkan pihaknya telah menyiapkan Satgas Penanggulangan Covid-19 sekolah yang terdiri atas guru dan karyawan.

"Satgas Covid-19 sekolah juga terdiri dari bapak ibu guru dan karyawan, mereka selalu memantau. Para siswa selalu didampingi oleh guru saat di kelas. Mereka kami minta langsung pulang dan dipantau sampai mereka dijemput orang tuanya. Atau banyak juga yang berjalan kaki. Kalau dijemput, ada lapangan yang luas, bisa untuk menunggu di situ," beber Niken. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved