Breaking News:

Disperindag DIY Gelar Pasar Murah, Gula jadi Bahan Pokok yang Laris Dibeli Masyarakat

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY terus berupaya menjaga kestabilan dan keterjangkauan harga serta ketersediaan pasokan bahan

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY terus berupaya menjaga kestabilan dan keterjangkauan harga serta ketersediaan pasokan bahan pangan bagi masyarakat DIY selama bulan puasa.

Salah satu langkahnya adalah menggelar pasar murah berlokasi di Kantor Disperindag DIY.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Apriyanto mengatakan pihaknya berupaya melakukan pemantauan ketersediaan maupun perkembangan harga bahan pangan di DIY.

Beberapa operasi pasar telah dilakukan di beberapa kabupaten kota di DIY sebelumnya.

Baca juga: Anggota Polsek Kalasan yang Berkomentar Negatif tentang KRI Nanggala-402 Dibawa ke Mabes Polri

Kini, pihaknya juga menggelar pasar murah yang bertujuan untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan bahan pangan.

Harapannya dengan langkah ini, masyarakat DIY dapat menikmati dengan suasana tenang pada Ramadan tahun ini.

"Kami berupaya seoptimal mungkin menjaga ketersediaan pasokan dan harga bahan pangan tidak bergejolak supaya masyarakat tidak perlu khawatir serta bisa menjalankan ibadah dengan tenang," ujarnya Selasa (27/4/2021).

Sebelumnya, pihaknya juga telah mengadakan operasi pasar di Bantul dan Gunungkidul. Setelah itu, pasar murah di Kota Yogyakarta dipusatkan di kantor Disperindag DIY selama dua hari yakni 26-27 April 2021.

Yanto menjelaskan pelaksanaan pasar murah ini tak hanya melibatkan Perum Bulog Kanwil DIY dan pabrik gula Madukismo.

Ia pun mengajak pelaku UMKM sekitar agar dapat bangkit beraktivitas menjual produk-produknya di masa pandemi Covid-19.

Adapun pasar murah ini menawarkan barang-barang dengan harga miring, seperti gula pasir dengan harga Rp Rp 11.500/Kg di mana harga di pasaran bisa mencapai Rp 12.500/Kg. 

Dengan harga tersebut, Yanto mengatakan bahwa gula pasir laris manis dan bisa laku sampai 2 ton per harinya.

Baca juga: Daftar 34 Pemain yang Dipanggil Shin Tae-yong untuk TC Timnas Indonesia, Kombinasi Junior-Senior

Selain itu juga dijual telur ayam dengan harga Rp 18 ribu/Kg di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), minyak goreng Rp 13.500/liter dan tepung terigu Rp 7.500/Kg.

Sementara itu dari hasil pemantauan ketersediaan dan perkembangan harga bahan pangan baik di pasar pantauan maupun distributor pangan di DIY sejauh ini, Yanto menyampaikan dalam kondisi cukup dan harganya relatif stabil.

"Masyarakat tidak perlu khawatir perihal ketersediaan pasokan maupun keterjangkauan harganya, bahkan distribusi sangat lancar meskipun ada kebijakan larangan mudik lebaran," tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved