Napak Tilas Perjuangan KHA Dahlan dan Muhammadiyah, PAN DIY Jelajahi Kampung Religi Kauman Yogya

Kegiatan itu diikuti oleh sekitar 100 orang pengurus partai berlogo matahari terbit di tingkat DIY, Kota Yogya, cabang dan ranting

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Kader PAN DI Yogyakarta saat mengunjungi Langgar Kidul KHA Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta, Senin (26/4/21). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DPW Partai Amanat Nasional (PAN) DI Yogyakarta menggelar 'Semarak Ramadhan' yang dikemas dalam beberapa kegiatan.

Salah satunya, agenda jelajah kampung religi Kauman, Yogyakarta, Senin (26/4/2021).

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PAN DIY, Muhammad Ali Fahmi, mengungkapkan, kegiatan itu diikuti oleh sekitar 100 orang pengurus partai berlogo matahari terbit di tingkat DIY, Kota Yogya, cabang dan ranting.

Beberapa titik yang dikunjungi antara lain, Makam Nyai Ahmad Dahlan, Rumah KHA Dahlan, Langgar Kidul, Mushola Aisyiyah, diakhiri silaturahmi dengan Takmir Masjid Gedhe Kauman, salat Magrib berjamaah dan buka bersama.

Lewat agenda itu, pihaknya ingin menapaktilasi perjuangan KHA Dahlan, sebagai pendiri salah satu oraganisasi Islam terbesar di tanah air, Muhammadiyah.

Terlebih, sampai sejauh ini, banyak kader yang belum utuh mengenalnya.

"Muhammadiyah telah membuka sekolah, rumah sakit, panti asuhan dan amal usaha lainnya sangat berjasa bagi kemajuan bangsa dan negara, di segala bidang," ungkap Fahmi.

Di samping itu, Fahmi memandang, PAN memiliki hubungan historis dengan ormas Muhammadiyah.

Bukan tanpa alasan, PAN lahir dan didirikan sebagai tindak lanjut dari amanat hasil sidang Tanwir Muhammadiyah 1988 Semarang.

"Sehingga, tentunya PAN mempunyai ikatan yang sangat kuat, ya, dengan perserikatan Muhammadiyah," ungkap Anggota DPRD Kota Yogyakarta tersebut.

Sementara itu, Sekretaris DPW PAN DIY, Indaruwanto Eko Cahyono mengatakan, Muhammadyah bagaimanapun telah dianggap sebagai orang tua kandung dari lahirnya PAN. Karena itu, Muhammadiyah wajib dijadikan teladan.

"Jadi ini seperti nostalgia, setelah lama berpartai politik, kita napak tilas orang tua kandung PAN, yakni Muhammadiyah. sehingga makin memahami nilai kebaikan yang diajarkan untuk mensejahterakan," pungkas Ndaru. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved