Breaking News:

Disidak BBPOM, Pelaku Usaha Grosir di DIY Minta Kontrol Kualitas Harus dari Bawah

Selain memberikan rasa aman kepada para konsumen, diharapkan pengawasan tersebut dapat menjadi indikator kualitas produk

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
Proses uji kandungan bahan makanan dan minuman BBPOM DIY saat sidak di salah satu swalayan yang ada di Kota Yogyakarta, Senin (26/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sidak bahan makanan dan minuman yang Tidak Memenuhi Ketentuan (TKM), yakni makanan kadaluwarsa dan tanpa izin edar oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut direspon sejumlah pelaku usaha supermarket.

Kepala Divisi Grocery Hypermart, Amir Mahmud, mengungkapkan upaya sidak yang dilakukan oleh BBPOM menjelang perayaan Idulfitri ini sangat diperlukan.

Selain memberikan rasa aman kepada para konsumen, diharapkan pengawasan tersebut dapat menjadi indikator kualitas produk di setiap tempat perbelanjaan.

"Pengawasan sangat perlu ya. Untuk kontrol juga perlu dari aparat dan pemerintahan," katanya, kepada Tribun Jogja, Senin (26/4/2021).

Dalam sidak oleh BBPOM pada Senin siang tadi, ditemukan sejumlah bahan makanan yang tanpa adanya izin edar, serta bahan makanan yang dicampur formalin serta boraks di salah satu toko swalayan.

Menyikapi hal ini, Mahmud menganggap hal itu tidak akan berpengaruh terhadap penurunan konsumen.

Alasannya, lanjut Mahmud, konsumen jarang yang memperhatikan masalah izin edar dan lain-lain. 

"Konsumen akan komplain saat terjadi case, disini perlunya aparat proaktif mengecek. Sudah sering dicek saja masih ada yang jual, apalagi kalau tidakk dicek," lanjut Mahmud.

Selain itu, ia mengatakan beberapa persoalan terkait kualitas bahan makanan dan minuman justru muncul dari produsen.

Dalam hal ini, Mahmud mengakui perlunya pendampingan terhadap pelaku UMKM supaya kualitas barang yang ditawarkan untuk dimasukan ke display supermarket lebih layak.

"Case di tempat saya adalah beberapa dari mereka ada pemasok dari UMKM, itu yang masih perlu pendampingan supaya maksimal barangnya. Artinya butuh kontrol kualitas dari bawah," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved