Breaking News:

Jawa

Dinkes Kota Magelang Sebut Angka Kasus DBD Mengalami Penurunan

Mulai Januari hingga April 2021 ada sebanyak 5 kasus DBD di Kota Magelang, sedangkan periode yang sama pada 2020 sebanyak 8 kasus. 

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUN JOGJA/M FAUZIARAKHMAN
Demam berdarah dengue 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang menilai angka kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami penurunan.

Berdasarkan pendataan Dinkes Kota Magelang jumlah kasus DBD mulai Januari hingga April 2021 sebanyak 5 kasus sedangkan periode yang sama pada 2020 sebanyak 8 kasus. 

Kepala Seksi Pencegahan Pemberantasan Penyakit Menular (P3M) Dinkes Kota Magelang, Lilik Sunarto, mengatakan, pendataan diakumulasikan dari 17 kelurahan yang berada di wilayah Kota Magelang.

"Angka kasusnya mengalami penurunan  meskipun masih ditemui kasus serupa. Begitupun dengan, jumlah  demam dengue (DD) atau orang yang dalam gejala ringan juga mengalami penurunan  dengan rentang waktu yang sama pada 2021 hanya 12 kasus sedangkan pada 2020 sebanyak 70 kasus," tuturnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (26/04/2021).

Baca juga: Kenali Beda Ciri-ciri Demam Biasa dan Demam Berdarang Dengue (DBD)

Sementara itu, dalam menanggulangi kasus DBD.

Pihak Dinkes Kota Magelang melakukan penyuluhan dengan melibatkan kader kelurahan (pendamping) untuk mensosialisasikan program satu rumah satu juru pemantau jentik (jumantik). 

Menurutnya, untuk menurunkan kasus DBD harus dimulai dari kebersihan lingkungan setempat terutama dari lingkar keluarga.

"Untuk mengentaskan DBD di setiap kelurahan, kami pilih kader kelurahan sebagai penyalur informasi maupun edukasi terhadap gaya hidup sehat kepada masyarakat. Dengan harapan, masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya," ujarnya.

Selama ini, adanya kasus DBD dinilai dari lingkungan yang kurang bersih. 

Baca juga: Waspadai DBD dan Leptospirosis di Musim Penghujan

Sehingga, nyamuk-nyamuk dewasa memanfaatkannya sebagai tempat untuk bertelur.

"Memang perilaku hidup sehat harus selalu ditanamkan. Agar kasus serupa baik DBD maupun penyakit lainnya tidak menyerang masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, untuk kasus kematian diakibatkan oleh DBD masih nihil.

Pihaknya mengklaim setiap ada laporan kasus akan terus dilakukan penanganan secepatnya.

"Belum ada kasus yang meninggal dunia karena DBD. Karena, begitu ada laporan kami terus merujuk ke instansi kesehatan terdekat, jangan sampai memakan korban jiwa," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved