Breaking News:

Ramadan

Tips Diet di Bulan Ramadan dari Pakar Nutrisi, Tetap Seimbangkan Asupan Gizi Lengkap dan Olahraga

Masyarakat diharap fokus pada keadaan tubuh yang tetap sehat dan bugar sehingga diet tetap aman dilaksanakan meski badan sedang puasa.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
internet
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Diet menjadi salah satu hal yang sering dilakukan masyarakat untuk menjaga berat badan maupun kesehatan tubuh.

Lantas, bagaimana melakukan diet di bulan Ramadan? Nutrisionis Iriyanti Harun SKM MGizi menjelaskan, sebenarnya diet tetap bisa dilakukan di bulan puasa.

Namun, ia menekankan agar masyarakat fokus pada keadaan tubuh yang tetap sehat dan bugar sehingga diet tetap aman dilaksanakan meski badan sedang puasa.

“Kunci agar tubuh tetap segar itu tidak kalap saat berbuka puasa. Artinya, tidak makan makanan secara konsumtif,” ungkapnya kepada Tribunjogja.com, Jumat (23/4/2021).

Baca juga: Tips Diet Sehat Selama Ramadan Menurut Ahli Gizi

Ia menilai, selama bulan Ramadan, akan ada banyak penjaja makanan dadakan yang muncul di sekitar komplek perumahan.

Maka, masyarakat harus bisa menahan nafsu untuk mencoba itu semua saat berbuka puasa.

“Saat berbuka itu sebaiknya konsumsi yang manis, bukan yang manis-manis. Kita makan manis, tapi sebelumnya minum air putih dulu kemudian dianjurkan makan tiga butir kurma,” paparnya.

Menurutnya, pola makan seperti itu lebih aman daripada langsung menyantap makanan manis seperti es buah ataupun kolak.

Hal itu juga perlu dilakukan agar tidak kekenyangan. Baru kemudian, masyarakat bisa mengonsumsi makanan utama dengan gizi yang seimbang.

“Gizi seimbang itu karbohidrat yang tidak harus nasi, juga ada protein dan buah. Setelah Salat Tarawih, nanti bisa makan lagi, yang penting tiga jam sebelum tidur,” ungkap Ryan.

Baca juga: 7 Zodiak yang Harus Memperhatikan Kesehatannya, Gemini Jangan Diet

Dirinya tidak menganjurkan masyarakat makan makanan manis yang dijual di luar karena perut sempat kosong saat berbuka puasa.

Ryan menuturkan, saat puasa, maka perut akan kosong. Sehingga, ketika tubuh dimasukin makan-makanan manis, akibatnya gula darah bisa cepat naik.

“Dengan begitu, makanan yang belum bermetabolisme secara baik bikin gula darah menurun. Tubuh jadi ingin makan terus,” jelasnya.

Jika tubuh sudah diberi makanan utama, maka keinginan untuk makan sesuatu yang manis, itu jadi tidak banyak.

Hal ini karena perut sudah merasa kenyang karena asupan gizinya sudah seimbang.

“Untuk tetap menjaga berat badan agar tidak naik, jangan sampai malas berolahraga. Ini bagian penting juga. Jangan malas gerak,” tuturnya.

Dikatakannya, ada tiga waktu yang cocok untuk melatih tubuh tetap bergerak di masa puasa. Pertama, di tiga jam setelah sahur.

Kedua, 60 menit sebelum berbuka puasa dan yang ketiga setelah Salat Tarawih.

Baca juga: Bagaimana Cara Diet Aman dan Sehat? Begini Jawaban Nutrisionis

“Olahraga setelah sahur itu hanya untuk orang terlatih, misalnya atlet. Kalau pemula ya lebih baik jangan,” katanya.

Disarankan, olahraga yang bisa dilakukan masyarakat umum adalah 60 menit sebelum berbuka puasa.

Olahraganya juga bukan kategori berat, namun ringan, seperti lari-lari kecil.

“Olahraga di bulan puasa ini cocok untuk yang ingin menurunkan berat badan karena perut lagi kosong saat puasa kan,” paparnya lebih lanjut.

Dia menjelaskan, untuk olahraga setelah tarawih, dianjurkan tidak lagi mengutamakan olahraga kardio dan dilakukan hanya 45 menit agar waktu tidur tidak terganggu.

“Jadi, diet di bulan Ramadan itu harus disertai dengan olahraga. Jangan kalap, tahan nafsu makan dan konsumsi gizi seimbang,” tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved