Ratusan WN India Dikabarkan Masuk Indonesia: Penjelasan Kemenkes, Satgas dan Skenario Terburuknya

WN India dikabarkan masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta serta Bandara Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat charter.

Editor: Muhammad Fatoni
DOK. PT ANGKASA PURA II (PERSERO)
Ilustrasi : Suasana di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. 

"Sudah saya cek, tidak ada pesawat asal India. Jadi informasi masuk melalui Halim itu tidak benar," kata Indan.

Skenario Terburuk

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan Indonesia perlu menyiapkan mitigasi sebagai antisipasi lonjakan kasus positif covid-19 yang drastis seperti di India, selain penguatan fundamental yakni protokol kesehatan 3M dan 3T.

Indonesia diharapkan menyiapkan skenario terburuk, jika kondisi layaknya India terjadi di Indonesia.

"Harus ada pernyiapan skenario terburuk. Ini adalah mitigasi yang harus disiapkan, karena korban akan luar biasa dan terjadi dalam waktu yang singkat," ujarnya.

Ia mengatakan, Indonesia saat ini memerlukan kesiapan dan kesigapan fasilitas maupun alat-alat kesehatan sebagai penunjang penanganan Covid-19.

"Karena keterbatasan alat kesehatan itu akan memperburuk situasi, ada kepanikan, meningkatkan kematian karena tidak sempat tertolong. Jadi harus diantisipasi dari awal," kata Dicky.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi: Guguran Lava Pijar Meluncur 8 Kali, Jarak Luncur Maksimal 800 Meter

Baca juga: Muncul Penularan COVID-19 di Jongke Kidul, Akses Satu RW Dibatasi 

Terkait varian covid-19 yang bermutasi ganda menjadi B1617 disebutkan Dicky sangat efektif merugikan dan mempercepat penularan di mana hasil riset dari Amerika B1617, 20 persen lebih menular dan 50 persen menurunkan antibodi.

"Ini cukup signifikan menimbulkan perburukan situasi pandemi," ucapnya.

Ia mengatakan, potensi terjadi lonjakan kasus drastis juga mengintai Indonesia, jika semakin banyak, semakin sering, dan semakin lama semua pihak mengabaikan 3T dan 5M.

"Situasi ini jadi pelajaran penting dan harus segera direspon. Harus ada intervensi nyata bukan hanya vaksinasi, yang fundamental 3T dan 5M ini harus diperkuat," kata Dicky.

Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19
Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19 (Shutterstock/Kobkit Chamchod via kompas.com)

Koordinator dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, sampai saat ini varian B1617 belum ditemukan di Indonesia.

"Jadi, sampai saat ini B1617 belum.ditemukan pada sampel yang digunakan untuk whole genom sequencing sampai dengan 19 April 2021," ujar Wiku.

Sebagai upaya pencegahan, pemerintah mengantisipasi dengan mengeluarkan kebijakan arus masuk pelaku perjalanan internasional, baik WNI dan WNA dari luar negeri.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved