Breaking News:

Kota Yogyakarta

Legislatif Kota Yogya Dorong Daya Akomodir Gandeng Gendong Diperluas

DPRD mendorong Pemkot Yogyakarta agar program Gandeng Gendong dapat menyasar kelompok masyarakat yang lebih luas lagi.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM - Kalangan legislatif mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta agar program Gandeng Gendong dapat menyasar kelompok masyarakat yang lebih luas lagi.

Sehingga, anggaran yang digelontorkan eksekutif tak sebatas untuk jamuan makan minum saja.

Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro mengatakan bahwa alangkah baiknya jika Gandeng Gendong terus dikembangkan.

Bahkan, ia menyebut, di sektor kuliner kini sudah seharusnya Pemkot melakukan evaluasi, soal jumlah anggota kelompok di tiap wilayah.

Baca juga: Fase Ketiga Implementasi Gandeng Gendong, Pemkot Yogya Dorong 42 Kelurahan Susun Masterplan

"Sekarang jumlah anggotanya 10 orang. Ada keluhan di lapangan, ternyata itu menyulitkan, ya, dalam pembagian keuntungan. Mungkin cukup tiga orang dan mereka yang mengkoordinir langsung," ungkap Antoro.

Menurutnya, di samping kuliner, UMKM di sektor lain pun harus diakomodir dalam agenda Gandeng Gendong.

Sebagai contoh, Pemkot Yogyakarta bisa membantu proses kurasi guna menjamin kualitas produksi supaya diterima pasar yang lebih luas, lewat instansi, atau pihak yang kompeten.

"Kelompok seni budaya di tiap wilayah itu bisa difasilitasi untuk persoalan kurasi hingga sertifikasinya. Ya, kurasi bagi kelompok seni budaya sangat penting itu, guna menjamin kualitas atraksi dan dapat disinergikan dengan industri pariwisata," cetus politisi PDI Perjuangan.

"Setiap kelompok kan pasti punya ciri khas ya. Apakah seni kontemporer, modern, atau klasik. Jangan sampai ya, ketika sudah diundang kemudian gagal tampil, hanya karena dia belum ada sertifikasinya," lanjut Antoro.

Di samping itu, imbuhnya, kelompok-kelompok tersebut sebenarnya juga dapat difasilitasi pembuatan profil maupun portofolio audio visual, dengan mengambil latar kampung wisata.

Sehingga, selain memfasilitasi UMKM, Pemkot sekaligus bisa promosi destinasi wisata.

"Itu juga bisa disinergikan dengan perizinan. Misal, untuk perpanjangan izin operasional hotel, salah satu syaratnya menunjukkan kerja sama dengan kelompok wilayah, ya, untuk periode satu tahun itu," katanya.

"Bisa juga kerja sama gapoktan untuk display tanaman hias, maupun kelompok seni budaya untuk atraksi. Ada tanggung jawab korporasi di sana untuk memberdayakan kelompok masyarakat," pungkas Antoro. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved