Breaking News:

Internasional

AS Melunak, Buka Opsi Cabut Sanksi Terhadap Iran terkait Perjanjian Nuklir 2015

AS Melunak, Buka Opsi Cabut Sanksi Terhadap Iran terkait Perjanjian Nuklir 2015

Editor: Hari Susmayanti
AFP PHOTO / HANDOUT
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran. 

"Kami mendorong semua pihak untuk memanfaatkan peluang diplomatik yang kami sediakan. Kami mengutuk tindakan eskalasi oleh setiap aktor yang dapat membahayakan kemajuan," lanjutnya.

Kekuatan Eropa pekan lalu menyatakan "keprihatinan besar" atas langkah Iran untuk meningkatkan pengayaan uranium menjadi 60 persen, sebagai tanggapan atas apa yang dikatakan Teheran sebagai serangan Israel terhadap fasilitas nuklir utama Natanz.

Rencana itu, akan membuat nuklir Iran mendekati ambang kemurnian 90 persen, yang dapat digunakan untuk tujuan militer dan mempersingkat potensi waktu untuk membangun bom atom.

Namun, anggapan itu dibantah oleh republik Islam itu.

Israel tidak membenarkan atau membantah terlibat dalam serangan di Natanz.

Namun laporan radio publik di negara itu, mengutip sumber intelijen yang tidak disebutkan namanya, mengatakan serangan tersebut adalah operasi sabotase oleh agen mata-mata Mossad.

Amerika Serikat tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Iran sejak kedutaannya direbut oleh kaum ekstremis setelah Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Syah pro-Barat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "AS Kirimi Iran Detail Sanksi yang Berpotensi Dicabut untuk Capai Kesepakatan Nuklir

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved