Breaking News:

6 Waktu Paling Mustajab untuk Memanjatkan Doa di Bulan Ramadan

Inilah saat-saat waktu utama (mustajab) agar doa mudah dikabulkan di saat bulan Ramadan.Ada enam waktu, dua di antaranya, waktu saat sahur dan berbuka

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Joko Widiyarso
Ilustrasi: Berdoa di bulan Ramadan 

TRIBUNJOGJA.COM - Selama bulan Ramadhan, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan berdoa.

Satu di antara keistimewaan bulan Ramadhan adalah setiap ibadah yang dikerjakan akan dilipatgandakan pahalanya.

Ada waktu utama memanjatkan doa kepada Allah SWT supaya dikabulkan doa.

Inilah saat-saat waktu utama (mustajab) agar doa mudah dikabulkan di saat bulan Ramadan.

Ada enam waktu, dua di antaranya, waktu saat sahur dan berbuka puasa. 

Di saat dua waktu itu, sebaiknya umat Islam memperbanyak doa meminta hajatnya agar dikabulkan.

Berikut ini 6 waktu utama untuk berdoa di bulan Ramadan:

1. Waktu sahur

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tentang doa mustajab di waktu sahur

يَنْزِلُرَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَيَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

“Rabb kita tabaraka wata’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. LantasAllah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no.758). Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata, “Do’a dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).

2. Saat berpuasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tips agar puasa lancar saat menyusui bisa anda baca

ثَلاَثَةٌلاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُوَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yangdo’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yangadil, dan do’a orang yang dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syaikh Syu’aib AlArnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih dengan berbagai jalan dan penguatnya).

Imam Nawawi rahimahullahberkata, “Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a demiurusan akhirat dan dunianya, juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang iainginkan, begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secaraumum.” (Al-Majmu’, 6: 273).

3. Ketika berbuka puasa

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tentang sunnah saat berbuka puasa

ثَلاَثَةٌلاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُوَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga orang yangdo’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526, 3598dan Ibnu Majah no. 1752. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).Dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7: 278) disebutkan bahwa kenapa do’a mudah dikabulkan ketika berbuka puasa yaitu karena saat itu, orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.

Waktu berbuka puasa pun merupakan waktu yang penuh keberkahan, karena di waktu ini manusia merasakan salah satu kebahagiaan ibadah puasa, yaitu diperbolehkannya makan dan minum setelah seharian menahannya, sebagaimana hadits: keutamaan saat berbuka puasa

للصائم فرحتان: فرحة عند فطره وفرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasamemiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” (HR. Muslim, no.1151)

Keberkahan lain di waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya doa orang yang telah berpuasa, sebagaimanasabda Rasulullah SAW:

ثلاث لاترد دعوتهم الصائم حتىيفطر والإمام العادل والمظلوم

”Ada tiga doa yangtidak tertolak. Doanya orang yang berpuasa ketika berbuka, doanya pemimpin yangadil dan doanya orang yang terzhalimi” (HR. Tirmidzi no.2528, Ibnu Majahno.1752, Ibnu Hibban no.2405, dishahihkan Al Albani di Shahih At Tirmidzi).

4. Ketika sepertiga malam terakhir

Allah Ta’ala mencintai hamba-Nya yang berdoa disepertiga malam yang terakhir.

Allah Ta’ala berfirman tentang ciri-ciri orang yang bertaqwa, salah satunya: waktu shalat tahajud yang baik

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْيَسْتَغْفِرُون

“Ketika waktu sahur(akhir-akhir malam), mereka berdoa memohon ampunan” (QS. Adz Dzariyat: 18)

Sepertiga malam yangpaling akhir adalah waktu yang penuh berkah, sebab pada saat itu Rabb kita SubhanahuWa Ta’ala turun ke langit dunia dan mengabulkan setiap doa hamba-Nya yangberdoa ketika itu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

ينزل ربناتبارك وتعالى كل ليلةإلى السماء الدنيا ،حين يبقى ثلث الليلالآخر، يقول : من يدعونيفأستجيب له ، منيسألني فأعطيه ، منيستغفرني فأغفر له

“Rabb kita turun kelangit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman: ‘Orang yang berdoa kepada-Ku akan Ku kabulkan, orang yang meminta sesuatu kepada-Ku akan Kuberikan, orang yang meminta ampunan dari-Ku akanKuampuni‘” (HR. Bukhari no.1145, Muslim no. 758)

Namun perlu dicatat, sifat‘turun’ dalam hadits ini jangan sampai membuat kita membayangkan Allah Ta’alaturun sebagaimana manusia turun dari suatu tempat ke tempat lain.

Karena tentu berbeda, yang penting kita mengimani bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia.

karena yang berkata demikian adalah Rasulullah SAW diberi julukan Ash shadiqul Mashduq (orang jujur yang diotentikasi kebenarannya oleh Allah), tanpa perlu mempertanyakan dan membayangkan bagaimana caranya.

Dari hadits ini jelasbahwa sepertiga malam yang akhir adalah waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak berdoa.

Lebih lagi di bulan Ramadan, bangun di sepertiga malamakhir bukanlah hal yang berat lagi.

Oleh karena itu, manfaatkanlahsebaik-baiknya waktu tersebut untuk berdoa.

5. Ketika malam Lailatul Qadar

Malam lailatul qadaradalah malam diturunkannya Al Qur’an.

Malam ini lebih utama dari 1000 bulan. Sebagaimana firmanAllah Ta’ala:

لَيْلَةُ الْقَدْرِخَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam Lailatul Qadrlebih baik dari 1000 bulan” (QS. Al Qadr: 3)

Pada malam ini dianjurkan memperbanyak ibadah termasuk memperbanyak doa.

Sebagaimana yang diceritakanoleh Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha:

قلت يارسول الله أرأيت إنعلمت أي ليلة ليلةالقدر ما أقول فيهاقال قولي اللهم إنكعفو تحب العفو فاعفعني

“Aku bertanya kepadaRasulullah: Wahai Rasulullah, menurutmu apa yang sebaiknya aku ucapkan jika akumenemukan malam Lailatul Qadar? Beliau bersabda: Berdoalah:

اللهم إنكعفو تحب العفو فاعفعني

Allahumma innaka ‘afuwwuntuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni [‘Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampundan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah aku”]”(HR. Tirmidzi, 3513, IbnuMajah, 3119, At Tirmidzi berkata: “Hasan Shahih”)

Pada hadits ini UmmulMu’minin ‘Aisyah Radhiallahu’anha meminta diajarkan ucapan yang sebaiknya diamalkan ketika malam Lailatul Qadar.

Namun ternyata Rasulullah SAW mengajarkan lafadz doa.

Ini menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar dianjurkan memperbanyak doa, terutama dengan lafadz yang diajarkan tersebut.

6. Ketika adzan berkumandang

Selain dianjurkan untuk menjawab adzan dengan lafazh yang sama, saat adzan dikumandangkan pun termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.

Rasulullah SAW bersabda:

ثنتان لاتردان أو قلما تردانالدعاء عند النداء وعندالبأس حين يلحم بعضهمبعضا

“Doa tidak tertolak pada dua waktu, atau minimal kecil kemungkinan tertolaknya. Yaitu ketika adzan berkumandang dan saat perang berkecamuk, ketika kedua kubu saling menyerang”(HR. Abu Daud, 2540, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Nata-ijul Afkar,1/369, berkata: “Hasan Shahih”).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved