Breaking News:

Pemkab Klaten Berencana Tempatkan GeNose C19 di Posko Penyekatan Mudik

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berencana untuk menempatkan alat pendeteksi COVID-19 GeNose C19 di posko penyekatan mudik lebaran Idulfitri

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Cahyono Widodo saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berencana untuk menempatkan alat pendeteksi COVID-19 GeNose C19 di posko penyekatan mudik lebaran Idulfitri 1442 Hijriah atau 2021 Masehi.

Selain menempatkan GeNose C19 di posko pantauan mudik, alat pendeteksi COVID-19 yang dikembangkan oleh para ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu, nantinya juga ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat (Fasyankes) yang ada di Klaten.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 bagi Guru Hampir 50 Persen, Sekolah di Bantul Siap Pembelajaran Tatap Muka

"Kita pesan 10 unit GeNose C19, tapi sampai sekarang belum datang. Mesannya sudah lama. Ini rencana untuk difungsikan di posko penyekatan mudik yang ada," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo saat ditemui di Pendapa Pemkab Klaten, Rabu (21/4/2021).

Untuk operator atau petugas medis yang mengoperasikan GeNose C19 itu, lanjut Cahyono, pihaknya sudah menyiapkan petugas dan nantinya akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum bertugas.

"Kalau jumlah petugasnya belum tahu ya, itu menyesuaikan. Mungkin nanti ada beberapa yang ditempatkan dan diberikan pelatihan sebelum pengoperasian," imbuhnya.

Adapun pertimbangan untuk menggunakan GeNose C19 itu yakni, karena alat tersebut mekanisme kerjanya lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama.

Selain itu, tingkat akurasi dari hasil GeNose tersebut juga cukup tinggi.

Pada Tes GeNose C19 itu, setiap orang hanya perlu meniup kantong balon yang disediakan oleh petugas.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta Gelar Vaksinasi Covid-19 Massal Bagi Lansia, Terapkan Sistem Two in One

Namun, syaratnya sebelum tes dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi makanan atau meninuman kecuali air putih selama 30 menit. Sebab, GeNose sangat sensitif dengan bau.

Cahyono pun berharap alat pendeteksi COVID-19 GeNose C19 itu bisa datang ke Dinkes Klaten sebelum lebaran Idulfitri tahun ini, agar GeNose C19 itu bisa langsung digunakan di posko penyekatan pemudik.

"Harapan kita ya GeNose ini datang sebelum lebaran sehingga bisa kita fungsikan," imbuh dia. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved