Breaking News:

Pendidikan

Ini Pendapat Mahasiswa tentang Perkuliahan Daring dan Blended Learning Selama Pandemi

Survei menyebutkan, mayoritas responden atau sebanyak 54,2 persen menginginkan pembelajaran yang dilakukan secara blended.

Pixabay.com / Alexandra_Koch
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sudah setahun lebih para mahasiswa di DIY menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Penelitian membuktikan, metode pembelajaran dengan sistem blended learning atau pembelajaran campuran rupanya lebih diminati mahasiswa ketimbang perkuliahan secara tatap muka seperti biasa.

Hasil riset tersebut baru saja dirilis oleh Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Berdasarkan hasil survei, mayoritas responden atau sebanyak 54,2 persen menginginkan pembelajaran yang dilakukan secara blended, yakni campuran antara daring dan luring.

Baca juga: Mahasiswa UGM Lebih Minati Metode Kuliah Blended Learning

Sementara, responden yang lebih memilih pembelajaran secara daring mencapai 34,2 persen, sedangkan yang memilih pembelajaran secara luring hanya 11,6 persen saja.

Seorang mahasiswa S2 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Muhammad Idham Rahman, mengatakan sejauh ini selama pandemi kelasnya masih melakukan perkuliahan secara daring penuh.

Sebab, peserta di kelasnya pun merupakan orang-orang yang terbiasa dengan penggunaan teknologi.

Namun, lanjutnya, di perkuliahan S1 FK-KMK UGM sudah mulai diberlakukan pembelajaran secara campuran luring dan daring. Yakni, untuk materi-materi yang berhubungan dengan skill, seperti pemasangan infus.

Idham pribadi mengaku lebih menyukai perkuliahan secara blended learning.

Halaman
123
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved