Breaking News:

Bisnis

Harga Telur Tak Stabil, Pelaku Usaha Roti di Yogyakarta Terpaksa Turunkan Margin Keuntungan

Harga telur yang tidak stabil sangat mengganggu produksi atau keberlangsungan usaha boga.

freepik
Ilustrasi Telur Ayam 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga telur ayam dipasaran sejak sepekan terakhir selama ramadan di Yogyakarta tidak stabil.

Akibatnya, para pelaku usaha roti kini mengeluh lantaran harus mensiasati agar tidak merugi.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Yogyakarta, harga telur pada 8 April 2021 sempat menyentuh harga Rp25 ribu per kilogram.

Beberapa hari di bulan Ramadan, diketahui harga telur kembali naik hingga mencapai Rp26 ribu.

Baca juga: Masuk Pekan Kedua Ramadhan, Harga Daging dan Telur Ayam di DI Yogyakarta Masih Fluktuatif

Kini harga telur ayam berangsur turun per hari ini, pantauan Tribunjogja.com di Pasar Beringharjo, Yogyakarta harga telur berada di angka Rp24 ribu.

Seorang produsen amyang dan roti, Fatma Arifiyanti mengatakan, harga telur yang tidak stabil sangat mengganggu produksi atau keberlangsungan usaha boga.

Karena biaya produksi dinilai olehnya sangat membekak.

Sementara mengurangi telur tidak mungkin dilakukan karena menurunkan kualitas produk, sedangkan persaingan usaha semakin ketat.

"Menaikan harga jual pun tidak bisa. Sehingga mau tidak mau harus menurunkan margin keuntungan," katanya.

Fiyanti menambahkan, dirinya beharap agar harga telur bisa kembali normal lantaran menjelang lebaran kali ini produksi ampyang dan roti sangat berpengaruh.

Baca juga: Jelang Bulan Ramadan Harga Telur Ayam Naik, Ketersediaan Bahan Pokok di Kota Yogyakarta Aman

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved