Breaking News:

Yogyakarta

Banyak Pasangan di Bawah Umur Berpotensi Munculkan Kemiskinan Baru di DI Yogyakarta

Pernikahan di bawah umur berpotensi besar memunculkan kemiskinan baru dari salah satu keluarga.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Angka perkawinan dini atau dispensasi nikah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meningkat. 

Hal itu diakui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY.

Tingginya dispensasi nikah itu pun diakui DP3AP2 dan sangat membutuhkan solusi, agar tidak berdampak pada kemiskinan baru yang muncul lantaran minimnya kesiapan rumah tangga dari pernikahan dispensasi tersebut.

Kepala DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi mengatakan, sepanjang 2018 hingga 2020 lalu setidaknya ada 1705 permohonan dispensasi nikah yang masuk ke Pengadilan Agama DIY.

Dari jumlah permohonan dispensasi nikah itu, 857 permohonan di antaranya diajukan oleh pasangan masih di bawah umur.

Baca juga: Masih Jadi Persoalan, Bupati Gunungkidul Ingatkan Fenomena Perceraian dan Pernikahan Dini

"Mereka ada 857 yang mengajukan dispensasi nikah di bawah umur. Bahkan tiga di antaranya usia 13 tahun," katanya, kepada Tribunjogja.com, Rabu (21/4/2021)

Ia menegaskan, peran dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar persoalan dispensasi nikah itu bisa ditekan.

Bila perlu, lanjut Erlina, ada langkah tegas dari beberapa pihak agar dispensasi nikah supaya dihapuskan.

"Karena perkawinan anak memiliki dampak negatif. Mulai dari kesehatan reproduksi, hingga berujung pada KDRT. Maka harus ditekan, kalau perlu dihapuskan," tegasnya.

Erlina menambahkan, peran desa dalam hal mengurangi angka pernikahan dini sangat diperlukan dalam upaya pendewasaan usia perkawinan, misalnya dengan membentuk peraturan desa (Perdes).

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved