Breaking News:

Kabupaten Sleman

ASN di Sleman Didorong Sadar Bayar Zakat

Selama ini, penerimaan zakat yang dihimpun dari ASN di Pemkab Sleman mengalami peningkatan, tapi belum optimal sesuai dengan potensi.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Ketua Baznas Kabupaten Sleman, Kriswanto, ditemui seusai kegiatan Pekan Zakat Panutan, di Pendopo Parasamya, Rabu (21/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jumlah penerimaan zakat yang dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sleman, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Namun, capaian tersebut dirasa belum maksimal.

Sebab, belum semua abdi negara memiliki kesadaran dan sukarela membayar zakat sesuai ketentuan agama. 

Zakat yang berhasil dihimpun Baznas, pada tahun 2020, baru sekitar Rp 5,6 miliar.

Baca juga: Capaian Zakat Wakaf di Indonesia Masih Sangat Minim, Baru 3,5 Persen

Padahal, potensi penerimaan zakat, dihitung dari total ASN beragama Islam di lingkungan Pemkab Sleman sebanyak 8.100 orang, dan apabila masing-masing menunaikan zakatnya sesuai ketentuan agama --yaitu sebesar Rp 2.5 persen--maka potensi zakat bisa mencapai Rp 10 miliar. 

"Bupati tadi sudah menekankan, agar ASN dengan sadar dan sukarela, membayar zakat sesuai dengan ketentuan agama," kata Ketua Baznas Sleman, Kriswanto, seusai kegiatan pekan zakat panutan, di pendopo Parasamya, Rabu (21/4/2021). 

Menurutnya, zakat itu wajib bagi yang sudah memenuhi nisob.

Pihaknya mengaku tidak akan henti mengajak bahkan jemput bola mendatangi instansi - instansi untuk mensosialisasikan kewajiban membayar pajak.

Nantinya, ketika ada pegawai yang menyanggupi akan membayar zakat, maka Baznas tinggal memberikan formulir. 

Selama ini, penerimaan zakat yang dihimpun dari ASN di Pemkab Sleman mengalami peningkatan, tapi belum optimal sesuai dengan potensi.

Baca juga: Permudah Bersedekah, JNE Gandeng Rumah Zakat

Sebab, belum seluruh ASN memiliki kesadaran untuk menunaikan zakat. Lalu, belum seluruh ASN membayar zakat sebesar 2,5 persen. 

"Semuanya kembali ke pribadi masing-masing. Tergantung kesadaran. Tapi kami tak henti-henti, melakukan sosialisasi," kata Kriswanto.

Tahun ini, penerimaan zakat ditargetkan Rp 5.5 miliar dan hingga triwulan pertama sudah memperoleh Rp 1,1 miliar. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo berharap, kegiatan Pekan Zakat Panutan nantinya dapat mendorong kesadaran ASN yang beragama Islam untuk disiplin menunaikan zakat profesi. 

"Saya harap penyelenggaraan kegiatan ini dapat menumbuhkan budaya dalam berinfaq dan bersodaqoh sehingga jumlah zakat yang terkumpul dapat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun," ujar Kustini.( Tribunjogja.com )

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved