Pantauan Harga Sembako DIY

Pekan Kedua Ramadan, Harga Bapok di Pasar Tradisional Kulon Progo Stabil 

Pekan Kedua Ramadan, Harga Bapok di Pasar Tradisional Kulon Progo Stabil 

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Seorang penjual daging ayam sedang melayani pembeli di Pasar Bendungan, Wates, Selasa (20/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Memasuki pekan kedua Ramadan, harga komoditas bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kulon Progo relatif stabil.

Di antaranya di Pasar Wates, Sentolo, Bendungan, Temon, Galur dan Nanggulan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kulon Progo, Iffah Mufidati mengatakan meski relatif stabil, namun ada sejumlah bapok yang mengalami penurunan maupun kenaikan harga tetapi tidak terlalu signifikan.

"Ada delapan bapok yang harganya mengalami penurunan seperti daging dan telur ayam, cabai dan sayur mayur," katanya, Selasa (20/4/2021).

Iffah merinci harga daging ayam broiler menjadi Rp 38.167/kg dari Rp 38.833/kg, telur ayam broiler Rp 24.333/kg dari Rp 24.500, cabai merah keriting Rp 30.000/kg dari Rp 33.833/kg, cabai rawit hijau Rp 42.500 dari Rp 47.500.

"Untuk cabai rawit merah turunnya mencapai Rp 10.833. Semula harganya Rp 59.167/kg turun menjadi Rp 48.333/kg," ucap Iffah.

Baca juga: Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Sampai Lebaran

Baca juga: Harga Daging Ayam di Pasar Sleman Turun Rp 2000 jadi Rp 39.000 Perkilogram

Sementara untuk bawang merah seharga Rp 28.667/kg dari Rp 30.833, tomat sayur seharga Rp 7.167/kg dari Rp 7.333/kg dan kol seharga Rp 5.500/kg dari Rp 6.500/kg.

Sedangkan bapok yang mengalami kenaikan yaitu gula pasir seharga Rp 12.583/kg dari Rp 12.500/kg.

Serta daging ayam kampung seharga Rp 70.000/kg dari Rp 68.333/kg.

Seorang penjual daging ayam di Pasar Bendungan, Rianti mengatakan harga komoditas daging ayam broiler yang dijualnya mengalami penurunan.

Sebelumnya seharga Rp 40.000/kg kini menjadi Rp 38.000/kg.

"Jadi harga daging ayam turun sebesar Rp 2.000," katanya.

Ia mengaku dalam sehari juga hanya bisa menjual daging ayam sebanyak 30 ekor dari sebelumnya 70 ekor.

Penurunan permintaan daging ayam ini kata Rianti, disebabkan karena banyak penjual yang menjajakan dagangan daging ayam di pinggir jalan.

Sehingga membuat penjualan daging ayam di pasar sepi.

"Ya harapannya penjual daging ayam di pinggir jalan bisa ditertibkan. Mereka diminta untuk berjualan di dalam pasar karena juga masih banyak kios yang masih kosong," ungkapnya. (Tribunjogja/Sri Cahyani Putri)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved