Breaking News:

Kabupaten Sleman

Inisiasi Masjid Ramah Anak, Pemkam Sleman Ingin Tempat Ibadah jadi Tempat Pembentukan Karakter

Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang ramah anak.

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang ramah anak.

Salah satunya yakni dengan pengembangan Masjid Ramah Anak yang diinisiasi oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sleman.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa masjid sudah semestinya menjadi salah satu tempat untuk membentuk karakter anak.  

Maka, menurutnya harus ada kebijakan yang memfasilitasi anak agar bisa berkegiatan di masjid tanpa mengganggu para jamaah yang tengah beribadah.

"Anggapan anak pembuat gaduh dan mengganggu kekhusyukan jamaah masjid masih ada sehingga sering kali ada jamaah atau pengurus takmir yang secara terang-terangan melarang anak untuk ikut sholat berjamaah di masjid. Hal tersebut hendaknya tidak lagi terjadi, masjid harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak," ucapnya.

Kustini juga mengatakan bahwa kegaduhan yang ditimbulkan oleh anak-anak adalah hal yang wajar.

Baca juga: Tips Agar Badan Tidak Gampang Lemas saat Puasa

Baca juga: RESEP Es Buah Kekinian Hilangkan Dahaga Saat Buka Puasa

Menurutnya para orang tua seharusnya bersyukur dengan adanya anak-anak yang datang ke masjid.

Dengan adanya anak-anak yang berada di masjid, menurutnya itu berarti kita memiliki generasi penerus dalam memakmurkan masjid di kemudian hari.

"Pemkab Sleman memiliki komitmen terhadap upaya menjadikan anak-anak Sleman yang sejahtera dan berkarakter yaitu anak-anak yang memiliki akhlak, budi pekerti, dan kepribadian yang baik," imbuhnya.

Sementara Kepala Bagian Kesra Setda Sleman, Iriansya, menelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan sebagai inisiasi awal dalam usaha menciptakan Masjid Ramah Anak.

Untuk mewujudkannya, menurutnya butuh kesiapan dari pengurus takmir masjid dan kesadaran jamaah masjid tersebut.

Masjid Ramah Anak, lanjutnya, juga membutuhkan tata ruang yang sesuai dengan masjid ramah anak.

"Diharapkan kegembiraan anak-anak saat bermain dimanapun termasuk saat di masjid akan tetap terlihat," ujarnya.

Dalam mewujudkan protokol kesehatan, kegiatan sosialisasi kebijakan Masjid Ramah Anak tahun 2021 dibagi menjadi 2 sesi, yakni pada tanggal 20 dan 22 April 2021.

Sosialisasi terkait Masjid Ramah Anak diadakan pada hari Selasa (20/4/2021), bertempat di Aula lantai III Setda Sleman yang diikuti 107 peserta dari unsur Panewu, Kepala Kalurahan, KUA  dan Takmir Masjid.(Tribunjogja/Santo Ari)

Penulis: Santo Ari
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved