Breaking News:

Jawa

Hanya Satu SMP di Klaten yang Dapat Izin Laksanakan Ujian Sekolah Secara Tatap Muka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten hanya mengizinkan SMPN 2 Klaten menggelar ujian sekolah secara tatap muka di sekolah.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah siswa SMPN 2 Klaten melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Siswa dan siswi kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Klaten sebagian besar melaksanakan Ujian Sekolah (US) secara daring.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten hanya mengizinkan SMPN 2 Klaten menggelar ujian sekolah secara tatap muka di sekolah.

Pelaksanaan ujian sekolah tingkat SMP sederajat itu telah dimulai pada Senin (19/4/2021) hingga Sabtu (24/4/2021) mendatang.

Wakil Kepala SMPN 2 Klaten, Tonang Juniarta mengatakan jika pelaksanaan ujian sekolah secara tatap muka di sekolah tersebut berjalan lancar dengan mematuhi protokol kesehatan COVID-19.

Baca juga: Mayoritas SMP di Klaten Lakukan Ujian Sekolah Secara Daring

"Ujian hari berjalan lancar, pelaksanaanya persis dengan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) beberapa waktu lalu," ucapnya pada Tribunjogja.com, Senin (19/4/2021).

Ia mengatakan, dalam setiap kelas hanya diisi oleh 16 siswa saja.

Semua siswa itu juga diatur jarak duduknya sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19.

Menurutnya, keputusan Pemkab Klaten mengizinkan pihak SMPN 2 Klaten melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka karena sekolah itu sudah dua kali melaksanakan uji coba PTM.

"Alhamdulillah keduanya lancar sehingga pihak Pemkab mengizinkan kita melaksanakan ujian," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan, pada ujian sekolah tingkat SMP tahun ajaran 2020/2021 ini, hanya satu sekolah yang diizinkan melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka.

"Hanya SMPN 2 Klaten yang melaksanakan ujian sekolah secara tatap muka, sebab syaratnya itu sekolah harus berada di zona hijau COVID-19," jelasnya.

Baca juga: Disdik Klaten Pertimbangkan Perluas Uji Coba PTM di Klaten

Kemudian, lanjut Mulyani, syarat lainnya untuk mengizinkan sekolah melaksanakan ujian secara tatap muka yakni guru-guru juga telah mendapat vaksin COVID-19.

"Sebenarnya guru-guru di sekolah ini sudah masuk program vaksinasi tapi memang belum merata dan ada beberapa guru yang belum," katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya berencana mengizinkan semua sekolah untuk menggelar ujian sekolah secara tatap muka. Namun urung memberikan izin karena mempertimbangkan keamanan dan kesehatan siswa-siswi dan tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Bersinar.

"Rencana bagi siswa kelas IX untuk melaksanakan ujian secara tatap muka belum bisa kita izinkan karena sebaran kasus COVID-19 kita masih meningkat," ujarnya.  ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved