Breaking News:

Kota Yogyakarta

BPUM Kembali Dikucurkan, Pelaku UMKM di Kota Yogya Bisa Mengaksesnya Melalui JSS

Mekanisme pendaftaran BPUM tahun ini bisa diakses melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) mulai 20 April, sampai 10 Mei mendatang.

dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah pusat kembali mengucurkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di 2021 ini.

Namun, muncul perbedaan dengan tahun lalu, dimana pendaftaran dan penyaluran hanya melalui satu kanal, yakni organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengampu UMKM.

Sekadar informasi, pada 2020 lalu, selain melalui instansi pemerintah, BPUM juga bisa diakses lewat perbankan, dan pegadaian. 

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Yogyakarta Tri Karyadi Riyanto mengatakan, setelah evaluasi, skema pun diubah.

Baca juga: Turun 50 Persen, Nominal BPUM 2021 bagi Pelaku Usaha Mikro di Gunungkidul Jadi Rp 1,2 Juta

"Ya, tahun ini hanya ada satu saluran untuk pendaftaran, lewat OPD yang mengampu UMKM, atau dalam hal ini Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM. Sebab, tahun kemarin kan kita tidak tahu, ya, berapa jumlah UMKM yang mendaftar diluar kami, itu kewenangan pusat," katanya.

Persyaratan yang wajib dipenuhi untuk mengajukan BPUM antara lain, ber-KTP Kota Yogyakarta, memililiki Izin Usaha Mikro (IUM), tidak sedang mengakses pinjaman atau KUR di perbankan, kemudian tidak menyandang status ASN, TNI, atau Polri, serta pegawai BUMD, maupun BUMN.

"Bagi pemohon BPUM yang sudah mendaftar di 2020, tidak perlu mendaftar lagi untuk 2021, karena sudah masuk data base kementerian. Kami hanya akan memproses pemohon yang belum mendaftar dan mendapat," jelasnya.

Sedangkan mekanisme pendaftaran BPUM tahun ini bisa diakses melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS) mulai 20 April, sampai 10 Mei mendatang.

Kemudian, besaran uang yang akan diterima ialah Rp1,2 juta, dengan total sasaran sekitar 6 juta pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

"Penerima, atau, UMKM yang dinyatakan lolos validasi dan verifikasi, akan ditransfer ke rekeningnya atau melalui penyalur BPUM dengan sekali transfer," katanya.

Baca juga: Sudah Ditutup, Pendaftaran BPUM Tak Sebanyak Awal Pembukaan

Adapun jumlah pendaftar BPUM 2020 yang melalui Dinas, ada 15.736 pelaku UMKM.

Dari jumlah itu, seusai diverifikasi dan validasi, sekitar 35 persen, atau sebanyak 4.133 pelaku UMKM penerima BPUM sudah memenuhi syarat.

Sisanya, sekira 11.600 pelaku UMKM, tak bisa dipastikan.

"Karena itu kewenangan dari pemerintah pusat. Kami tidak tahu posisinya seperti apa, keterangannya kurang apa. Tapi, prinsipnya, di pusat verifikasi ulang," terangnya.

"Masalah cair atau tidak BPUM, itu mutlak kewenangan kementerian. Jadi, ya kami tidak bisa melakukan intervensi. Perkiraannya, untuk BPUM 2021, kemungkinan dicairkan pada September," pungkas Tri Karyadi. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved