Breaking News:

Yogyakarta

Mahasiswa Prodi Tatakelola Seni ISI Yogyakarta Gelar Pameran Virtual 'Manipulasi'

Pameran virtual 'Manipulasi' merupakan respon mahasiswa Program Studi Tatakelola Seni maraknya manipulasi di sekitar kita.

istimewa
Karya "Watching Television" oleh Lukmannul Hakim Aziz yang dipamerkan dalam Pameran Virtual 'Manipulasi' 

"Jangan sampai media sosial justru mengendalikan masyarakat tetapi sebaliknya masyarakat dapat memanfaatkan media sosial untuk memberikan manfaat positif. Melalui berbagai karya seni yang ditampilkan dalam pameran ini akan ditampilkan berbagai nilai positif dari banyak nilai negatif yang ada di dalam media sosial," terang Eunike.

"Melalui karya-karya mereka,  dihadirkan rangkaian cerita atau narasi mengenai pengaruh media sosial terhadap kehidupan manusia. Tak lupa pula untuk mengajak publik agar sadar atas manipulasi yang terjadi dalam media sosial," lanjutnya.

"Terakhir saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia para dosen pengampu para seniman para pengisi acara yang turut mensukseskan pameran ini kiranya dengan diberlangsungkan. Semoga pameran ini dapat menambah wawasan dan memberikan dampak yang positif," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta, Dr.Mikke Susanto,S.Sn.,M.A mengatakan, pameran virtual bertajuk ''Manipulasi' merupakan bagian dari pelaksanaan mata kuliah Tata kelola Pemeran I.

Baca juga: Melihat Eksistensi Keris Jadi Peluang Investasi di Pameran Keris Ndalem Yudhanegaran Yogyakarta

"Dalam kesempatan ini kita akan menikmati pameran virtual yang diadakan oleh para mahasiswa tata kelola seni angkatan 2020 pameran yang bertajuk 'Manipulasi'. Ini diselenggarakan sebagai bagian dari mata kuliah tinjauan Tata Kelola Pameran I," kata Mikke.

"Untuk itu saya ucapkan selamat kepada para panitia, para peserta dan para stakeholder yang mengikutinya dan tidak lupa anda sebagai penonton juga bisa menikmati sepanjang masa pameran berlangsung secara virtual yang diadakan di melalui laman Instagram yang dikelola oleh para mahasiswa," tambahnya.

Satu di antara karya yang dipamerkan berjudul 'Watching Television' oleh Lukmannul Hakim Aziz.

Menggunakan media keramik berukuran 85× 50×15 cm, 'Watching Television' menggambarkan suatu kegiatan yang rutin dilakukan, dari menonton kita mendapatkan pengalaman baru yang secara langsung membentuk suatu pola peniruan, baik perilaku dan pola pikir.

Gagasan tersebut menjadi sebuah bentuk karya yang dibuat.

Beragam media disampaikan dengan bentuk televisi-televisi yang bertumpuk memberi gambaran bagaimana media hari ini sangat beragam hingga bisa dibaca sampah informasi pada akhirnya.

Halaman
123
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved