Erupsi Gunung Merapi

BREAKING NEWS: UPDATE Gunung Merapi, Sempat Terjadi Lahar Hujan di Kali Boyong

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali menyampaikan pantauan aktivitas Gunung Merapi selama sepekan

Dokumentasi BPPTKG
Foto Gunung Merapi (Rabu, 14/4/2021) pukul 05.49 Via PGM.Ngepos visual #Merapi tampak, suhu udara 21.0 °C, kelembaban 68 %rh, pressure 943 hpa, angin tenang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali menyampaikan pantauan aktivitas Gunung Merapi selama sepekan belakangan (9-15 April 2021).

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, mengatakan intensitas curah hujan tertinggi Gunung Merapi pekan ini ialah sebesar 188 mm/jam selama 55 menit di Pos Kaliurang pada 13 April 2021.

"Itu yang menyebabkan adanya penambahan aliran atau lahar hujan di Kali Boyong," ungkap Hanik, dihubungi Tribun Jogja, Sabtu (17/4/2021).

Baca juga: Satgas Covid-19 Bantul Tunggu Sosialisasi Lebih Lanjut Terkait Aturan Larangan Mudik Lebaran

Hanik menjelaskan, saat ini lahar hujan masih berpotensi terjadi terutama pada saat terjadi hujan di puncak Merapi.

"Lahar berpotensi terjadi di sungai-sungai yang merupakan daerah potensi bahaya guguran dan awan panas guguran, seperti Kali Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih," bebernya.

Sementara itu, pada pekan lalu awan panas guguran terjadi sebanyak 6 kali dengan jarak luncur maksimal sejauh 1.800 m ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 46 mm dan durasi 132 detik.

"Guguran lava teramati sebanyak 119 kali dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya dan 7 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 400 m," beber Hanik.

Berdasarkan analisis morfologi area puncak, berdasarkan foto dari sektor barat daya pada 15 April terhadap 7 April 2021 menunjukkan adanya perubahan morfologi area puncak karena aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah.

"Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 1.024.800 m3 dengan laju pertumbuhan 12.200 m3/hari," imbuh Hanik.

Ia melanjutkan, analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor tenggara tanggal 14 April terhadap tanggal 8 April 2021 menunjukkan volume kubah tengah, yaitu sebesar 1.681.000 m3.

Menurut Hanik, intensitas kegempaan pada minggu ini relatif tetap dibandingkan minggu lalu.

Adapun deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

Kesimpulan dari pantauan di atas, ungkap Hanik, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “siaga”.

Baca juga: Ngabuburit Asyik di Semesta Borobudur, Live Music hingga Takjil Gratis

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara, yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. (uti)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved