Breaking News:

DPRD Kota Yogya Menyapa, Para Lurah Keluhkan Pemberhentian Bantuan Permakanan Warga Isoman

Para lurah ramai-ramai mengeluhkan diberhentikannya bantuan permakanan dari Pemkot Yogyakarta bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Suasana diskusi 'DPRD Kota Yogya Menyapa' di halaman kantor setempat, Jumat (16/4/21) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Para lurah ramai-ramai mengeluhkan diberhentikannya bantuan permakanan dari Pemkot Yogyakarta bagi warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Keluhan itu disampaikan dalam agenda 'DPRD Kota Yogya Menyapa', di halaman kantor setempat, Jumat (16/4/2021) sore.

Kegiatan itu, merupakan inisiasi DPRD Kota Yogyakarta, bekerjasama dengan Tribun Jogja.

Hadir sebagai narasumber adalah Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudiyatmoko, Wakil Ketua HM Fursan dan Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 Antonius Fokki Ardiyanto.

Baca juga: Suporter PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta Respon Terkait Wacana Liga 1 Dapat Dihadiri Penonton 

"Bantuan permakanan akhir-akhir ini berhenti. Padahal itu sangat penting bagi warga kami yang menjalani isoman di rumah. Mohon lah, bisa dilanjutkan lagi, ya," keluh Lurah Demangan, Sunu Sari Husada kepada legislator.

Keluhan serupa juga disampaikan Lurah Ngupasan, serta relawan Covid-19 Kelurahan Bausasran.

Sekadar informasi, selain dari kalangan legislatif, diskusi tersebut juga diikuti oleh 45 lurah dari seantero Kota Yogyakarta.

Menanggapi keluhan para lurah, Ketua Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto mengaku sudah mendesak Pemkot, supaya mekanisme bantuan permakanan tak diserahkan Dinsosnakertrans. Apalagi, anggaran Rp 600 juta kini telah habis.

"Ketika habis, maka seharusnya tidak menggeser anggaran. Karena itu kan membutuhkan waktu, bisa sampai Mei. Nah, selama itu, rakyat Yogyakarta yang menjalani isoman di rumah bisa terancam keleleran," tandas Fokki.

Oleh sebab itu, ia mendorong bantuan permakanan ini pendanaannya dikembalikan ke sistem Biaya Tidak Terduga (BTT), bukan melalui anggaran rutin instansi.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved