Breaking News:

Capaian Zakat Wakaf di Indonesia Masih Sangat Minim, Baru 3,5 Persen

Realisasi penerimaan zakat selama 4 tahun terakhir di Indonesia baru mencapai Rp8 triliun atau 3,5 persen.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Tim Manajemen SEZWa Yayasan Fastabikhul Khoirot Bahrul Ulum Yogyakarta melakukan audiensi ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Kamis (15/4/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Zakat dan wakaf memiliki nilai strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan.

Namun, kenyataannya realisasi zakat di Indonesia masih sangat rendah.

Menurut data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI pada 2019 potensi zakat mencapai Rp230 triliun tiap tahun.

Sementara, data Badan Wakaf Indonesia menunjukkan potensi wakaf per tahun mencapai Rp188 triliun.

Baca juga: Giatkan Program Pemberdayaan, Baznas Kota Yogya Targetkan Rp7,9 Miliar dari ZIS DSKL 2021

Sementara, realisasi penerimaan zakat selama 4 tahun terakhir di Indonesia baru mencapai Rp8 triliun atau 3,5 persen.

“Merujuk data yang ada tentu sangat potensial, akan tetapi realisasi penerimaan zakat selama empat tahun terakhir baru mencapai Rp8 triliun atau 3,5 persen,” ungkap Direktur Manajemen Sekolah Edukasi dan Literasi Zakat Wakaf (SEZWa), Misbahrudin, Kamis (15/4/2021).

Hal tersebut mengemuka saat Tim Manajemen SEZWa Yayasan Fastabikhul Khoirot Bahrul Ulum Yogyakarta melakukan audiensi ke Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Kamis (15/4/2021).

Menurut Misbahrudin, rendahnya realisasi penerimaan zakat satu di antaranya karena minim edukasi dan literasi zakat wakaf.

“SEZWa muncul sebagai wujud ikhtiar untuk mendorong masifnya edukasi dan literasi zakat wakaf kepada masyarakat,” tambah Misbahrudin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved