Breaking News:

Yogyakarta

Satgas COVID-19 Tingkat Kapanewon dan Kemantren Diminta Awasi Pasar Sore Ramadan

Penyelenggaraan Pasar Sore Ramadan di DI Yogyakarta kerap menimbulkan kerumunan.

TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penyelenggaraan Pasar Sore Ramadan di DI Yogyakarta kerap menimbulkan kerumunan.

Hal itu menjadi sorotan karena dapat meningkatkan potensi penularan COVID-19.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY pun meminta  kepada satuan tugas (satgas) COVID-19 di tingkat kemantren atau kapanewon untuk lebih tegas dalam melaksanakan pengawasan terhadap keberadaan pasar sore Ramadhan.

Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad menuturkan, wewenang untuk melakukan pengawasan pasar sore memang berada di tangan satgas COVID-19 di level kapanewon dan kemantren.

Baca juga: Satu Tahun Pandemi COVID-19, Usaha Kuliner di DI Yogyakarta Mulai Menggeliat

Sebab, dalam upaya pengawasan, Satpol PP DIY bersama Satpol PP kabupaten/kota, serta satgas COVID-19 telah melakukan pembagian tugas. 

Petugas Satpol PP DIY bertanggung jawab untuk melaksanakan razia masker di pagi hari serta pengawasan jam operasional di malam harinya.

Sedangkan pengawasan pasar sore Ramadhan menjadi tanggung jawab satgas COVID-19 di tingkat kapanewon/kemantren.

"Pengawasan belum sepenuhnya maksimal, karena yang melakukan pengawasan adalah satgas kemantren dan kapanewon," terang Noviar, Kamis (15/4/2021). 

Peran satgas COVID-19 di level bawah memang tengah digenjot selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ini. 

Karena kebijakan PPKM bertujuan untuk  mendelegasikan upaya pengawasan protokol kesehatan ke tingkat pemerintahan yang lebih rendah.

Baca juga: Sepanjang Ramadan, Jalan Kemasan Kotagede Direkayasa Jadi Satu Arah

"Sehingga dibuatlah satgas tingkat desa kelurahan, kapanewon, dan kemantren," paparnya.

Selain pengawasan, satgas COVID-19 juga memiliki wewenang untuk melakukan pembubaran jika kerumunan tergolong tak terkendali.

"Satgas itu mempunyai fungsi pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung. Pembubaran itu masuk dalam fungsi pembinaan," paparnya.

Di sisi lain, Noviar mengakui bahwa keberadaan pasar sore dapat membantu perekonomian masyarakat di tengah pandemi COVID-19.

Namun penerapan protokol kesehatan harus diutamakan untuk mencegah terjadinya tren kenaikan kasus positif. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved