Breaking News:

Meski Minim Pesanan, Perajin Rekal di Bantul Tetap Bertahan

Perajin rekal di Padukuhan Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul terus bertahan di tengah pandemi COVID-19.

TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Salah satu perajin batik kayu sedang menghias rekal dengan batik di Sanggar Peni, Padukuhan Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kamis (15/04/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Perajin rekal di Padukuhan Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul terus bertahan di tengah pandemi COVID-19.

Rekal ialah alas untuk membaca Al Quran. 

Salah satu perajin rekal yang masih bertahan ialah Kemiskidi.

Rekal buatan pria 59 tahun tersebut cukup unik. Umumnya rekal terbuat dari kayu dan terdapat hiasan ukir-ukiran.

Baca juga: Ada Pelarangan Mudik, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Hanya Layani Penjualan Tiket Sampai 5 Mei 2021

Namun berbeda dengan rekal Kemiskidi yang dihiasi dengan batik tulis.

Padukuhan Krebet memang terkenal dengan batik kayunya. Tak heran Kemiskidi juga menekuni seni batik kayu.

Ia mengatakan awalnya warga Krebet memang sudah banyak yang menggarap rekal kayu, tetapi masih polos.

Sedangkan dirinya mulai membatik dengan media kayu sejak 1989.

"Sudah sejak lama warga menggarap rekal, tetapi polos. Kalau membuat rekal dengan motif batik sekitar tahun 90-an," katanya, Kamis (15/04/2021).

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved