Breaking News:

Jawa

Disdagkop UKM Klaten Tera Ulang Timbangan Pedagang di 12 Pasar Tradisional

Tujuan dari tera ulang timbangan pedagang demi memberikan perlindungan kepada para masyarakat yang ada di daerah itu.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Ilustrasi Berita Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Klaten melakukan tera ulang timbangan pedagang yang tersebar di 12 pasar tradisional yang ada di daerah itu.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Pengendalian Usaha Perdagangan Bidang Perdagangan Disdagkop dan UKM Klaten, Dewi Wismaningsih, mengatakan tujuan dari tera ulang timbangan pedagang demi memberikan perlindungan kepada para masyarakat yang ada di daerah itu.

"Kita melakukan tera ulang ini, artinya untuk menjamin tepat ukur dan tepat timbang bagi alat-alat ukur yang di lakukan di pasar-pasar untuk optimalisasi perlindungan konsumen," ujarnya pada Tribunjogja.com , Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Belasan Pedagang di Jalan Irian Klaten akan Direlokasi ke Pasar Sungkur

Menurut Dewi, beberapa pasar tradisional yang dilaksanakan tera ulang timbangan yakni, Pasar Babat Trucuk, Pasar Taji Prambanan, Pasar Gantiwarno, Pasar Manisrenggo, Pasar Juwiring, Pasar Tegalgondo Wonosari, hingga Pasar Jeblog Karanganom.

"Totalnya ada sekitar 12 pasar tradisional yang kita lakukan pemantauan. Di samping itu kita juga mantau perkembangan harga kebutuhan pokok selain melakukan tera ulang timbangan itu," ucap dia.

Ia mengatakan, di masing-masing pasar tradisional itu sekitar 80 timbangan milik pedagang baik itu timbangan elektronik, timbangan pegas, timbangan bobot ingsut hingga timbangan meja ikut di tera pada kegiatan itu.

"Setiap pasar itu ada yang 70 hingga 80 timbangan yang kita tera ulang, kalau untuk harga tera ulang beragam mulai Rp2 ribu," jelasnya.

Baca juga: Pedagang di Jalan Irian Klaten Pindah ke Pasar Sungkur, Disdagkop UKM: Nanti Dibuatkan Kios Permanen

Kemudian kata Dewi, bagi para pedagang yang ada di Klaten diwajibkan melakukan tera ulang timbangan minimal 1 kali dalam setahun.

Hal itu demi menjamin kepercayaan konsumen kepada pedagang.

"Minimal itu setahun sekali tera ulang. Penera ini ada 8 orang. Kemarin kita yang datangi pasar-pasar dan maksimal itu 80 timbangan yang dilakukan tera ulang," ulasnya.

Kemudian, Dewi mengatakan, untuk ke depannya pihaknya bakal segera melakukan tera ulang di pasar-pasar besar yang ada di Klaten seperti Pasar Srago, Pasar Delanggu hingga Pasa Tiga Lantai. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved