Breaking News:

Kabupaten Kulon Progo

Dikarenakan Gelombang Tinggi, Sejumlah Nelayan di Pesisir Selatan Kulon Progo Enggan Melaut

Karena gelombang tinggi, nelayan di Pantai Glagah hampir dua pekan tidak melaut.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Perahu nelayan bersandar di pesisir selatan Pantai Glagah. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sejumlah nelayan di sepanjang pantai selatan Kabupaten Kulon Progo memilih enggan melaut dikarenakan gelombang tinggi. 

Seorang nelayan di Pantai Glagah, Yulianto mengatakan karena gelombang tinggi, dirinya bersama rekan nelayan lainnya hampir dua pekan tidak melaut dikarenakan cukup berisiko. 

"Kalau gelombang tinggi seperti sekarang ini, lebih baik mengalah. Artinya tidak melaut. Karena beresiko untuk alat dan nyawanya sendiri," katanya, Kamis (15/4/2021). 

Selain itu, gelombang tinggi cukup berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan yang minim. 

Baca juga: Gelombang Tinggi dan Tangkapan Ikan Sepi, Sebagian Nelayan di Kulon Progo Pilih Tak Melaut

Untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, ia mengaku banting setir menjalankan usaha lain seperti bertani maupun berdagang. 

Padahal kata dia, momen saat ini cukup bagus untuk melaut apabila kondisi gelombang laut bersahabat. 

Dikarenakan sedang musim tangkapan ikan bawal yang kemudian diekspor melalui pengepul ikan. 

Dalam musim tangkapan ikan bawal tersebut, dirinya bisa mendapatkan Rp 1 juta - Rp 1,5 Juta dalam sekali melaut. 

"Bahkan kalau lagi untung bisa sampai Rp 15-30 juta per perahu sekali melaut. Padahal dalam satu kelompok, kami ada 11 perahu," bebernya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved