Breaking News:

Kabupaten Gunungkidul

Awasi Radikalisme, Kemenag Gunungkidul Pastikan Tak Ada Kegiatan Mencurigakan

Kemenag Gunungkidul belum lama ini memantau sejumlah aktivitas keagamaan untuk mengantisipasi munculnya gerakan radikalisme.

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul belum lama ini memantau sejumlah aktivitas keagamaan.

Hal itu dilakukan demi mengantisipasi munculnya gerakan radikalisme.

Kepala Kanwil Kemenag Gunungkidul Arif Gunadi menyatakan pihaknya tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan dari kegiatan keagamaan tersebut.

"Sudah kami pantau dan tidak ada kegiatan yang mengarah pada hal berbau radikalisme," kata Arif pada wartawan, Kamis (15/04/2021).

Baca juga: Penyalahgunaan Pil Sapi Tinggi di Remaja, Polres Gunungkidul Minta Ortu Ikut Awasi

Meski tidak ada temuan, ia menyatakan akan terus melakukan pengawasan.

Termasuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait sebagai upaya pencegahan munculnya radikalisme di Gunungkidul.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Gunungkidul Iptu Suryanto mengatakan pihaknya kini tengah fokus memerangi potensi radikalisme, khususnya di masyarakat.

Hal itu dilakukan merespon berbagai aksi teror yang terjadi beberapa waktu lalu.

Antara lain serangan terhadap rumah ibadah hingga markas kepolisian.

"Kami ingin mencegah munculnya radikalisme di Gunungkidul sedini mungkin," kata Suryanto.

Baca juga: Belum Ada Aturan, Tempat Hiburan Malam di Gunungkidul Masih Beroperasi Saat Ramadan

Adapun upaya dilakukan dengan memperkuat kegiatan intelejen dari kepolisian, terutama mengedepankan fungsi pulbaket (pengumpulan bahan keterangan).

Suryanto juga berharap masyarakat ikut aktif melakukan pencegahan. Khususnya bagi orang tua untuk mengawasi putra-putri mereka dalam penggunaan media sosial (medsos)

"Sebab ajaran radikalisme ini bisa didapat dari medsos dengan mudah, sehingga perlu pengawasan," ujarnya.

Sejauh ini Suryanto menyebut kegiatan radikalisme lebih banyak terjadi di luar Gunungkidul.

Namun demikian pihaknya tetap waspada berusaha mencegah terjadinya penyebaran ideologi yang bersifat radikal.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved