Breaking News:

Pendidikan

Terkendala Listrik, 78 Pelajar SMP di Gunungkidul Ikut ASPD Susulan

Padamnya aliran listrik saat hari kedua pelaksanaan ASPD membuat puluhan pelajar terpaksa mengikuti ASPD susulan.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Assessment Standar Pendidikan Daerah (ASPD) tingkat SMP di Gunungkidul telah dilaksanakan pada 5-8 April lalu.

Namun, puluhan pelajar terpaksa mengikuti ASPD susulan lantaran adanya kendala.

Kepala Bidang (Kabid) SMP, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Kiswara mengungkapkan total ada 78 pelajar yang harus mengikuti ASPD susulan.

"63 di antaranya berasal dari SMP Negeri 2 Tanjungsari," katanya pada wartawan, Senin (12/04/2021).

Kiswara menjelaskan, kendala yang terjadi adalah padamnya aliran listrik saat hari kedua pelaksanaan ASPD.

Kondisi itu persisnya terjadi saat sesi kedua dan ketiga.

Baca juga: ASPD Dimulai Besok, Disdikpora Gunungkidul Izinkan Peserta Kerjakan Soal di Rumah

Praktis para pelajar tersebut tak bisa mengerjakan soal-soal ujian, pasalnya ASPD dilaksanakan dengan sistem komputer.

Selain itu, 14 pelajar dari SMP Muhammadiyah Saptosari terpaksa mengulang ASPD.

"Sebab saat akan mengerjakan soal ada masalah dengan server, sehingga ujian batal dilakukan," jelas Kiswara.

Disdikpora Gunungkidul juga menerima laporan ada pelajar yang sakit sehingga berhalangan mengikuti ASPD.

Berdasarkan laporan tersebut, total ada 78 pelajar yang akhirnya ikut ASPD susulan.

Mengikuti jadwal yang sudah disusun Pemda DIY, ASPD susulan akan berlangsung pada 15-16 April mendatang.

Ujian disesuaikan dengan mata pelajaran yang belum dikerjakan para pelajar tersebut.

"Semua sudah dipersiapkan dan pelajar yang mengikuti susulan tinggal mengikuti sesuai jadwal," kata Kiswara.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikpora Gunungkidul Eddy Praptono memastikan hasil ASPD tidak akan berpengaruh pada kelulusan.

Baca juga: Gandeng Guru SMP, Disbud Gunungkidul Terbitkan Buku Antologi Sastra Jawa

Sebab sudah ada indikator sendiri sebagai penentu.

Meskipun begitu, ASPD ini tetap diperlukan. Gunanya untuk memetakan bagaimana mutu pendidikan di DIY berdasarkan hasil ujian.

"ASPD ini juga menjadi pengganti dari Ujian Nasional (UN) sesuai keputusan pusat," jelas Eddy.

Lantaran adanya kebijakan baru itu, saat ini ada 4 indikator penentu kelulusan pelajar. Antara lain dengan menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi dengan bukti nilai rapor tiap semester.

Indikator lainnya adalah sikap atau perilaku pelajar selama aktivitas belajar serta mengikuti ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan. Eddy pun berharap hasil ASPD nantinya bisa maksimal.

"Setidaknya akan menjadi salah satu dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi," katanya.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved