Breaking News:

Yogyakarta

Cegah Stunting, BKKBN Luncurkan Program 1000 Mitra untuk 1000 HPK Bersama Ormas

Di Yogyakarta, BKKBN menjalin dan memperkuat kerjasama penurunan angka stunting dengan Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor.

TRIBUN JOGJA/MIFTAHUL HUDA
Suasana talk show BKKBN saat peluncuran program 1000 Mitra untuk HPK di West Lake Resto, Senin (12/4/2021) 

Hasto menyampaikan elemen tersebut akan bersinergi mengupayakan penanganan stunting yang dilakukan oleh lembaga pemerintah, pihak swasta, organisasi masyarakat, dan aktivis, komunitas, maupun individu, baik tingkat nasional maupun daerah, untuk mendukung program pendampingan dan intervensi stunting di tingkat keluarga dan ibu-ibu hamil di seluruh Indonesia, selama 1000 hari. 

Baca juga: Pemkab Gunungkidul Deklarasikan Gerakan Penurunan Stunting

Selain dengan pihak swasta dalam rangkaian kegiatannya di Yogyakarta Kepala BKKBN juga menjalin dan memperkuat kerjasama penurunan angka stunting dengan Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor.

Masih kata Hasto, dukungan dan bantuan seperti yang diberikan Kalbe Nutritions diharapkan tidak berhenti sampai hari ini, ia berharap bisa meneruskan dukungan bagi Ibu hamil dan anak-anak. 

"Strategi dalam bentuk dukungan swasta diharapkan tidak sesaat tapi berkelanjutan minimal 6 bulan, idealnya 1 tahun," harap Hasto.

Menurutnya, teknis pelaksanaan penggalangan kemitraan ini dilakukan dengan mensinergikan multi aktor dan peran stakeholder di daerah, sedangkan BKKBN akan mendorong dari sisi regulasi melalui Rancangan Peraturan Presiden terkait stunting, yang telah mendapat dukungan dari Komisi IX DPR RI, untuk segera ditandatangani.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Pusat Sunanto mengatakan, peran pemuda sangat penting dalam upaya penurunan stunting.

Baca juga: Anggota DPR RI Perangi Stunting Melalui Budi Daya Ikan Lele

Oleh karena itu, kerjasama antara BKKBN dengan PP Muhammadiyah diharapkan bisa berjalan maksimal.

Sunanto menegaskan, dalam hal penurunan stunting bukan hanya dilakukan oleh kaum perempuan saja.

"Peran laki-laki untuk percepatan penurunan stunting sangat dibutuhkan, maka kami bersama BKKBN menjadi bagian penurunan stunting, karena semua lini harus aktif dalam penurunan stunting, tidak bisa dipasrahkan kepada perempuan," katanya.

Selain pemahaman internal, peran PP Muhammadiyah dalam penurunan stunting kali ini akan menjadi pendamping bagi masyarakat terkait permasalahan stunting.

Dalam agenda yang digelar di Westlake Resto, Sleman, hadir pula dalam penyerahan bantuan tersebut Deputi Bidanf Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK Agus Suprapto, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Dwi Listyawardani dan Kepala Dinas P3AP2KB Sleman, Mafilindati Nurani.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved