Breaking News:

Yogyakarta

Cegah Stunting, BKKBN Luncurkan Program 1000 Mitra untuk 1000 HPK Bersama Ormas

Di Yogyakarta, BKKBN menjalin dan memperkuat kerjasama penurunan angka stunting dengan Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUN JOGJA/MIFTAHUL HUDA
Suasana talk show BKKBN saat peluncuran program 1000 Mitra untuk HPK di West Lake Resto, Senin (12/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Upaya penurunan prevelansi stunting terus dilakukan oleh pemerintah.

Untuk memperluas target penurunan stanting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggandeng instansi di luar pemerintahan.

BKKBN mewujudkan kemitraan melalui wadah 1000 Mitra Untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Kepala BKKBN Dr (HC). dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengungkapkan, dukungan dan prtisipasi masyarakat serta instansi di luar pemerintahan sangat penting untuk menurunkan angka stunting, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Penting sekali dukungan, partisipasi, dan aksi dari berbagai elemen masyarakat, baik pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, komunitas, dan individu untuk bergabung dalam wadah 1000 Mitra untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan." Ungkap Dokter Hasto saat memberikan bantuan dari Kalbe Nutritions bagi anak dan Ibu Hamil, Senin, (12/04/2021) di Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. 

Baca juga: DI Yogyakarta Dinilai Mampu Jadi Percontohan Penurunan Angka Stunting

Menurutnya, pondasi utama kehidupan manusia di masa depan dapat dipengaruhi oleh pengasuhan pada 1000 HPK, yang dimulai sejak awal konsepsi atau selama 270 hari masa kehamilan serta 730 hari setelah lahir (hingga anak berusia 2 tahun). 

"Pada periode tersebut, terjadi perkembangan otak, sistem metabolisme tubuh dan pembentukan sistem kekebalan tubuh yang begitu cepat, apabila pada masa itu terlewati dan anak terlanjur stunting akan sangat sulit terkoreksi lagi," tegas Dokter Hasto.

Saat ini, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 27,67%.

Sedangkan angka prevalensi stunting di  Sleman tahun 2020 di angka 7,24 persen.

  Sementara di Kapanewon Godean prevalensi stunting masih di angka 9,2 persen (305 anak).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved