Breaking News:

Antisipasi Kedatangan Pemudik, Pemkab Bantul Berencana Lakukan Penyekatan di 3 Pintu Masuk Wilayah

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan larangan mudik merupakan aturan dari pemerintah pusat.

dok.istimewa
Ilustrasi pemudik 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana melakukan penyekatan di pintu masuk Kabupaten Bantul.

Tujuannya adalah mengantisipasi pemudik masuk ke wilayah Bantul.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan larangan mudik merupakan aturan dari pemerintah pusat.

Tujuannya pun baik, agar menjaga keselamatan warganya dari paparan COVID-19.

Baca juga: Sudah Prediksi Larangan Mudik Lebaran, Dinas Pariwisata Gunungkidul Andalkan Wisatawan Lokal

Baca juga: Pelarangan Mudik Lebaran, Pemerintah DIY Tunggu Ketentuan Lebih Detail

Pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda.

"Dalam waktu dekat akan kita koordinasikan lintas instansi, Forkopimda bagaimana secara teknis kita mengatasi atau mencegah terjadinya mudik. Perbatasan akan kita jaga. Saat ini pemerintah pusat, provisi masih ters sosialisasikan larangan mudik ini," katanya, Senin (12/04/2021).

Pihaknya pun tidak akan menyediakan rumah karantina khusus untuk pemudik. Hal itu karena adanya peraturan larangan mudik. 

"Tidak (menyediakan rumah karantina), karena memang (larangan mudik) ini larangan dari pemerintah pusat, melalui Satgas COVID-19 tingkat pusat. Sehingga pintu berbatasan itu nanti akan kita perketat, kita awasi jangan sampai ada pemudik masuk ke Bantul. Ini demi keselamatan bangsa dan negara,"sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Aris Suharyanta, mengaku siap jika akan dilakukan penyekatan di pintu masuk wilayah Bantul.

Baca juga: Satpol PP DIY Terapkan Pemeriksaan Hasil Rapid Test COVID-19 pada Pemudik dan Wisatawan

Baca juga: Pengawasan Mudik di Tingkat RT dan RW, Padukuhan Tumut di Sleman Pastikan Skrining Pemudik

Ada tiga titik yang menjadi pintu masuk Bantul, yaitu Srandakan, Druwo, dan Piyungan.

"Penyekatan ranahnya gugus tugas COVID-19. Kami siap untuk mendukung. Untuk personil yang akan kami siapkan ada sekitar 70 orang,"ungkapnya.

Hingga saat ini, ia menyebut lalu lintas di wilayah Bantul masih normal.

Ia juga tidak melihat adanya peningkatan arus, khususnya bagi pemudik yang memilih mudik pada awal puasa. (*) 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved