Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi, 12 Kali Luncurkan Lava Pijar, Jarak Luncur Maksimal Sekitar 900 Meter

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan bahwa Gunung Merapi mengeluarkan 12 kali

Dokumentasi BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi, Jumat (9/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan bahwa Gunung Merapi mengeluarkan 12 kali guguran lava pijar sepanjang enam jam periode pengamatan pada Minggu (11/4/2021).

Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menyebut bahwa jarak luncur maksimal material vulkanik tersebut adalah sekitar 900 meter. 

Seluruhnya menuju ke arah barat daya.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini, Minggu 11 April 2021

"Merupakan hasil pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB," terangnya Minggu (11/4/2021).

Hasil amatan visual lain menunjukkan gunung tampak jelas meski kabut 0-II hingga kabut 0-III menyelimuti sepanjang hari. 

Teramati pula kemunculan asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal. 

"Tingginya sekitar 200 meter di atas puncak kawah," tambahnya.  

Lebih jauh, hasil pemantauan meteorologi menunjukkan kondisi cuaca berawan hingga mendung di puncak gunung setinggi 2698 mdpl tersebut.

"Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur. Suhu udara 14-21 °C, kelembaban udara 72-88 %, dan tekanan udara 569-707 mmHg," paparnya.

Menimbang hasil pengamatan itu maka status Gunung Merapi masih berada di Level III atau Siaga sejak 5 November 2021 lalu.

Baca juga: Arti Mimpi Naik Mobil Berwarna Hitam dan Putih, Pertanda Baik Datangnya Rezeki yang Tidak Diduga

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Kemudian pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh sekitar 3 km. 

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," terangnya. (tro) 
 

Penulis: Yuwantoro Winduajie
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved