Breaking News:

Yogyakarta

Sejak Januari hingga April, Satpol PP DIY Tutup Paksa 158 Tempat Usaha Karena Melanggar Prokes

Satpol PP Daerah Istimewa Yogyakarta telah menutup 158 tempat usaha sejak Januari 2021 hingga pekan pertama April 2021.

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Kepala Satpol-PP DIY Noviar Rahmad 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta telah menutup 158 tempat usaha sejak Januari 2021 hingga pekan pertama April 2021.

Upaya penutupan operasional tempat usaha itu terdiru dari kafe, resto dan tempat usahanya lainnya.

Kasatpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan, penutupan operasional tempat usaha itu dilakukan karena pemilik usaha melakukan pelanggaran mulai dari tidak membatasi pengunjung, hingga tidak menerapkan prokes sesuai anjuran.

Sebelum dilakukan penutupan operasional tempat usaha, Satpol PP DIY terlebih dahulu memberikan peringatan lisan berupa teguran, hingga surat peringatan tertulis.

Baca juga: Selama PPKM di Sleman, Satpol PP Temukan Ribuan Pelanggaran, Paling Banyak Dilakukan Anak Muda

"Karena tetap melanggar, ya kami lakukan upaya penutupam operasional tempat usaha. Dari Januari hingga tanggal 8 April ini sudah 158 tempat usaha," katanya, kepada Tribunjogja.com, Minggu (11/4/2021).

Noviar menambahkan, untuk total keseluruhan jumlah pelanggaran, pihaknya mencatat setidaknya ada 6997 pelanggaran prokes.

Terdiri dari pelanggaran penerapan WFO 50 persen sebanyak 106, pelanggaran jam operasional 1480, pelanggaran pembatasan kapasitas 707, pelanggaran terkait penerapan 3M sebanyak 4562, dan tidak membawa surat rapid antigen sebanyak 142.

"Ada juga Satpol PP memberikan sanksi kepada pelanggar berupa penyitaan KTP sebanyak 377 orang," paparnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Triyudiana mengatakan, kerja keras penegak hukum di DIY patut diapresiasi.

Ia menjelaskan, setiap harinya masih ditemui masyarakat yang masih mengabaikan prokes khususnya di obyek wisata.

Baca juga: Satpol PP DIY Terapkan Pemeriksaan Hasil Rapid Test COVID-19 pada Pemudik dan Wisatawan

Oleh karena itu, dirinya meminta agar pengelola obyek wisata di DIY lebih meningkatkan pengawasan terhadap prokes bagi wisatawan.

"DIY ini kan banyak didatangi oleh wisatawan. Saya minta pengelola obyek wisata untuk lebih meningkatkan pengawasan," jelasnya.

Selain itu, dirinya meminta agar peran Satgas COVID-19 tingkat desa lebih dimaksimalkan lagi, baik dari segi anggaran maupun peran di masing-masing personel.

"Karena sebentar lagi kan puasa, tentu pengawasan harus ekstra karena kegiatan masyarakat juga padat," pungkasnya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved