Breaking News:

Yogyakarta

Sanksi Sosial Pelanggar Prokes Masih Berlaku di DIY

Hingga kini operasi non yustisi terus dilakukan oleh para penegak hukum guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Pengguna jalan memakai masker di Jalan Diponegoro, Yogyakarta, Minggu (11/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penerapan sanksi sosial terhadap para pelanggar protokol kesehatan (Prokes) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berlaku sampai saat ini.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIY Nur Hidayat menyampaikan, hingga kini operasi non yustisi terus dilakukan oleh para penegak hukum guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Ia menjelaskan, meski sudah satu tahun lebih masyarakat DIY beradaptasi dengan COVID-19, namun tetap saja sejumlah pelanggaran prokes masih dijumpai olehnya.

"Sanksi sosial itu masih ada sampai sekarang, khususnya bagi pelanggar yang tidak mematuhi prokes," katanya, kepada Tribunjogja.com, Minggu (11/4/2021)

Baca juga: Sejak Januari hingga April, Satpol PP DIY Tutup Paksa 158 Tempat Usaha Karena Melanggar Prokes

Nur Hidayat mencatat, pihaknya mencatat sejak awal 2021 hingga April kali ini sedikitnya ada 1181 masyarakat yang mendapat sanksi sosial berupa menyapu jalanan, hingga bentuk sanksi lainnya.

Pelanggaran paling banyak, menurutnya justru dijumpai di tempat-tempat umum, misalnya obyek wisata, di jalanan, dan tempat-tempat lainnya.

"Alasannya lupa, karena terburu-buru sehingga tidak membawa masker. Ya kami imbau untuk tidak mengulangi lagi dan wajib memakai masker," jelasnya.

Pihaknya mengakui, tingkat kepatuhan masyarakat DIY terkait penerapan prokes khususnya penggunaan masker jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu.

Ia beranggapan, saat ini masyarakat sudah mulai membiasakan diri dengan gaya hidup bersih dan sehat, termasuk pengunaan masker.( Tribunjogja.com )

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved