Breaking News:

Jawa

Pemkab Magelang Minta Kegiatan Ibadah Idulfitri Sejalan dengan Protokol Kesehatan

Pemerintah Kabupaten Magelang mengimbau kegiatan ibadah Idulfitri harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

TRIBUNJOGJA.COM
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten Magelang mengimbau kegiatan ibadah Idulfitri harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Melalui Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan,  bahwa Menteri Agama sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 03 Tahun 2021 untuk panduan Ibadah Idulfitri yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko COVID-19.

"Aktivitas masyarakat dalam mengisi bulan suci Ramadan harus diberikan panduan agar sesuai dengan protokol kesehatan, untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," jelasnya saat pers conference penanganan COVID-19 Kabupaten Magelang di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Jumat (9/4/2021).

Sementara untuk ruang lingkup dari surat edaran tersebut meliputi berbagai kegiatan ibadah yang disyariatkan dalam bulan Ramadan yang dilakukan bersama-sama (melibatkan banyak orang).

Baca juga: Pemkab Magelang Gelar Musrenbang RKPD 2022 Prioritaskan Penanganan Covid-19

Beberapa di antaranya seperti kegiatan berbuka bersama dan tarawih.

Menurut anjuran dari Menteri Agama, lanjutnya, untuk kegiatan sahur dan buka puasa dianjurkan untuk dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

"Kalau dulu di masa normal ada yang namanya grebek sahur dan sebagainya, maka sekarang ini dianjurkan untuk tidak dilakukan. Kemudian buka puasa juga dilakukan secara bersama-sama tapi di rumah saja bersama keluarga inti. Kalau pun ada kegiatan berbuka puasa bersama harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan serta menghindari kerumunan," ujarnya.

Masih sesuai dengan surat edaran Menteri Agama, untuk perayaan Nuzulul Qur'an yang diadakan di dalam maupun di luar gedung wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah peserta paling banyak juga 50 persen dari kapasitas Gedung ataupun lapangan.

Sementara terkait kebijakan Pemberlakuan PPKM Mikro di Kabupaten Magelang, sesuai surat dari Gubernur Jawa Tengah dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akan diperpanjang kembali dari tanggal 6 April sampai dengan 19 April 2021.

Baca juga: Pasar dan Sub Terminal Kebonpolo Magelang Disemprot Cairan Disinfektan

Ia menyebutkan bahwa, tren COVID-19 di wilayah Kabupaten Magelang hingga saat ini terus mengalami penurunan dan melandai. 

Meskipun begitu, Ia  tetap mengimbau kepada warga masyarakat untuk  tidak terlena dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Adapun, sampai per tanggal 8 April 2021 kasus terkonfirmasi positif sejumlah 207 (kasus lama), kemudian 25 kasus baru, angka kesembuhannya 26.

"Jadi jumlah terkonfirmasi Sampai tanggal 8 April kemarin masih berjumlah 204. Harapan kita angka terkonfirmasi ini juga semakin menurun. Tetapi juga menjadi kewaspadaan kita, biasanya di setiap akhir pekan ada kegiatan masyarakat yang berdampak pada kenaikan angka terkonfirmasi seperti kegiatan berwisata dan yang lainnya,"urainya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved