Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi: Teramati 5 Kali Guguran Lava Pijar Pagi Ini, Jarak Luncur Hingga 900 Meter

Gunung Merapi (2.968 mdpl), masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini (Kamis, 8/4/2021).

Dok BPPTKG
Awan panas guguran Gunung Merapi siang ini, Selasa (6/4/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi (2.968 mdpl), masih terus menunjukkan aktivitas erupsi hingga pagi ini (Kamis, 8/4/2021).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, pada periode pagi ini pukul 00.00-06.00 WIB, teramati 5 kali guguran lava pijar Gunung Merapi dengan jarak luncur maksimal 900 m ke arah barat daya.

"Secara visual, gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati," lanjut Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Ini Doa Memohon Keselamatan di Dunia dan di Akhirat Berikut Disertai Terjemahan Bahasa Indonesia

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup sedang ke arah tenggara. Suhu udara 18-21°C, kelembaban udara 75-82 persen, dan tekanan udara 870-915 mmHg.

Adapun aktivitas kegempaan yang terjadi pada periode tersebut antara lain 32 gempa guguran dengan amplitudo 3-17 mm dan durasi 11-124 detik serta 1 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 53 mm, S-P 0.5 detik, dan durasi 11 detik.

Sementara, sambung Hanik, pada periode 6 jam sebelumnya, yakni Rabu (7/4/2021) pukul 18.00-24.00 WIB aktivitas kegempaan Gunung Merapi antara lain 24 gempa guguran dengan amplitudo 3-37 mm dan durasi 13-117 detik serta 1 gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 3 mm, S-P 0.6 detik, dan durasi 8 detik.

Secara meteorologi, cuaca Gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup sedang ke arah tenggara dan selatan. Suhu udara 15-21°C, kelembaban udara 76-78 persen, dan tekanan udara 835-916 mmHg.

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III).

Potensi bahaya saat ini, kata Hanik, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

Baca juga: Secuil Kisah Penghuni Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandas Hanik. (uti)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved