Breaking News:

Secuil Kisah Penghuni Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta

apas Perempuan Kelas II B Yogyakarta di Wonosari, Gunungkidul penghuni Lapas Perempuan 10 tahun lamanya

TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Suasana luar dari blok tahanan, tampak pagar pengaman mengelilingi bangunan tersebut. 

Namun akhirnya pembinaan di Lapas membuatnya mulai lebih menerima keadaan.

"2014 saya mulai merasa ikhlas, mulai menerima jalan hidup saya di sini," kata wanita yang sempat berkarir di usaha Event Organizer ini.

Kepala Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta, Ade Agustina menjelaskan pihaknya memang berfokus pada program-program pembinaan bagi warga binaan.

Tujuannya, agar mereka nantinya mampu berdaya secara mandiri selepas dari Lapas.

Program pembinaan itu juga dilakukan agar mereka tak lagi melakukan tindakan yang melawan hukum.

"Jadi begitu keluar dari sini, seharusnya tak ada alasan bagi mereka untuk bertindak kriminal lagi," jelas Ade.

Adapun saat ini terdapat 114 warga binaan perempuan di Lapas ini.

Bangunan Lapas sendiri belum lama digunakan, karena sebelumnya para warga binaan menempati gedung lama di Wirogunan, Yogyakarta.

Kembali ke Mpok, ia mengatakan sudah memiliki rencana begitu masa tahanannya selesai.

Ia akan membuka usaha rajutan dengan ilmu yang didapatnya selama di Lapas.

Ia pun menegaskan tidak ingin lagi kembali ke kehidupannya yang lama. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

"Saya benar-benar sudah kapok, benar-benar ingin berubah sekeluarnya dari sini," kata Mpok. ( Tribunjogja.com | Alx )

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved