Kota Yogya

Permudah Akses Masyarakat, Pemkot Yogya Targetkan Soft Launching Mal Pelayanan Publik 7 Juni 2021

Permudah Akses Masyarakat, Pemkot Yogya Targetkan Soft Launching Mal Pelayanan Publik 7 Juni 2021

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Suasana Rakor Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik Kota Yogyakarta, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mematok target bisa menggelar soft launching untuk mal pelayanan publik pada 7 Juni mendatang.

Sehingga, warga masyarakat dapat segera menikmati kemudahan akses, dalam mengurus perizinan dan sebagainya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan, ketika soft launching mendatang, diharapkan semua akses layanan Pemkot sudah terintegrasikan oleh mal pelayanan publik tersebut.

Ia pun meyakini, mal pelayanan publik di kota pelajar ini bakal menjadi terobosan apik di tengah gencarnya langkah mewujudkan smart city.

"Paling tidak (saat soft launching) nanti sudah terintegrasi layanan di Pemkot Yogyakarta. Jadi, setelah mal pelayanan publik ini terealisasi, tidak ada lagi loket-loket di OPD, satu pintu," cetusnya, usai menghadiri Rakor Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik, Kamis (8/4/2021) siang.

Bahkan, ungkap Heroe, cakupan integrasi itu tidak sebatas OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta saja.

Tetapi, layanan-layanan dari instansi vertikal juga akan dilibatkan dalam mal pelayanan publik. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan kemudahan secara menyeluruh.

"Tidak hanya Pemkot. Tapi, kita mengajak mitra-mitra kerja, dari Kemenag, Imigrasi, dan lain-lain, kita jadikan satu. Nah, ini sedang kita upayakan tindak lanjut dalam bentuk MoU, agar layanannya bisa masuk sini," jelasnya.

Baca juga: Pasar Sore Ramadan di Kota Yogyakarta Boleh Digelar, Ini Aturan dan Syaratnya

Baca juga: Wanita Lansia yang Hidup Sebatang Kara Ditemukan Meninggal Dunia di Gondokusuman Kota Yogyakarta

"Harapan kami memang semua layanan di kota ada di situ. Kerjasama dengan instansi-instansi vertikal, atau yang non pemerintahan, yang bisa kita ajak bareng-bareng, untuk memberi layanan bersama," tambah Wawali.

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Yogyakarta, Nurwidihartana menjelaskan layanan drive thru menjadi produk unggulan mal pelayanan publik.

Menurutnya, layanan itu, belum tersedia di mal pelayanan publik kepunyaan daerah-daerah lain.

"Ada empat layanan. Tatap muka, drive thru, integrited one stop service, sampai contackless service. Nah, layanan drive thru dan integrated one stop service itu, menjadi pembeda mal pelayanan publik di sini, ya," terangnya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini sudah ada 24 instansi, yang terdiri dari BUMD, vertikal, serta OPD di lingkungan Pemkot Yogyakarta yang bakal terintegrasi.

Hanya saja, untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) tidak termasuk di dalamnya dan berdiri sendiri.

"Jadi, dinas di Kota akan kami jadikan satu loket dalam bentuk tim teknis. Ya, karena itu sudah terintegrasi yang di kota, kecuali Disdukcapil," tandas Nurwidi.

"Fisiknya tahap awal satu lantai lebih dulu. Kalau semuanya sudah masuk layanan, kita siapkan jadi tiga lantai. Tapi, ya kita bertahap lah, nggak perlu perluasan juga. Tahap awal lantai satu itu cukup," pungkasnya. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved