Breaking News:

KPK Kembali Periksa Enam TPK Pembangunan Stadion Mandala Krida di BPKP DIY

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, hari ada enam saksi yang diperiksa oleh KPK bertempat di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan

Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali
Stadion Mandala Krida Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses pengusutan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida anggaran 2016-2017 terus dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang terlibat dalam proyek itu pun kini kembali diperiksa.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, hari ada enam saksi yang diperiksa oleh KPK bertempat di Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DIY.

Baca juga: Belanja Bahan Pokok, Warga Serbu Pasar Murah di Balai Kalurahan Nglanggeran Gunungkidul

Keenam saksi yang hari ini menjalai pemeriksaan di antaranya:

1. TRI HARYATI, Petugas Akuntasi dan Pelaporan Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY

2. Sekretaris Pokja ULP tahun 2014, 2016, dan 2017 atas Pembangunan Stadion Mandala Krida Balai Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY

3. SLAMET RIYADI, Direktur Utama PT Duta Mas Indah

4. ANDYKA JAYANTO, Staff Adm PT PERMATA NIRWANA NUSANTARA

5. Djoko Ariyanto, Swasta

6. ANWAR MURTONO, Marketing Supervisor

Sampai sejauh ini KPK terus mencari aliran dana dugaan korupsi atas pembangunan stadion Mandala Krida yang merugikan negara sekitar Rp 35 miliar tersebut.

Pihak KPK juga belum mengumumkan tersangka yang terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi itu.

Baca juga: Gelar Rakor di Yogyakarta, Kemenkop UKM Dorong UMKM Naik Kelas

"Hari ini KPK kembali memeriksa Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) pembangunan stadion Mandala Krida anggaran 2016-2017 di BPKP DIY," katanya, kepada Tribun Jogja, Kamis (8/4/2021).

Ditanya bukti-bukti yang telah disita oleh KPK sejauh ini, dalam pengusutan kasus tersebut, ia menjelaskan saat ini KPK masih menyita sejumlah dokumen perencanaan saja, sebagai bahan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

"Untuk lebih pastinya tunggu saja jika pemeriksaan selesai," pungkasnya. (hda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved