Breaking News:

Kabupaten Gunungkidul

Hadapi Dampak Pancaroba, Warga Gunungkidul Diminta Rutin Pantau Kondisi Cuaca

Gunungkidul saat ini mulai memasuki masa pancaroba (peralihan) dari musim hujan ke musim kemarau.

TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gunungkidul saat ini mulai memasuki masa pancaroba (peralihan) dari musim hujan ke musim kemarau.

Dampaknya, beberapa hari terakhir hujan deras disertai angin kencang kerap melanda.

Merespon kondisi tersebut, Bupati Gunungkidul Sunaryanta pun meminta warganya aktif mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Khususnya masa pancaroba ini.

"Setidaknya rajin memantau situasi cuaca terkini, terutama yang dipublikasikan BMKG," katanya, Kamis (08/04/2021).

Menurut Sunaryanta, memantau info cuaca terkini secara mandiri akan membuat warga lebih waspada. Dampak dari cuaca ekstrem pun bisa lebih diminimalisir.

Baca juga: Jaga Pakan Ternak, DPP Gunungkidul Bangun Damparit di Plembutan Playen

Ia pun memastikan koordinasi dengan BMKG terus berjalan. Khususnya dalam hal memantau prakiraan cuaca hingga peringatan dini hari cuaca ekstrem yang berpotensi timbul.

"Meski tingkat ekstrem cuacanya sulit diprediksi, tentu kewaspadaan tetap perlu kami tingkatkan," jelas Sunaryanta.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Edy Basuki juga mengharapkan hal serupa. Ia berharap masyarakat bisa melakukan antisipasi mandiri.

Menurutnya, hal itu kerap disampaikan saat berkoordinasi dengan tiap Desa Tanggap Bencana (Destana). Warga diminta memiliki dan rutin mengakses aplikasi resmi dari BMKG.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Efek Siklon Seroja, BPBD dan SAR Gunungkidul Lakukan Antisipasi

"Paling tidak ada satu orang dari tim destana yang memiliki aplikasi Info BMKG. Jadi situasi cuaca hingga gempa bisa rutin diketahui," ujar Edy.

Mengingat saat ini kerap terjadi hujan angin, BPBD Gunungkidul telah mengimbau masyarakat memangkas pohon di lingkungannya secara mandiri sehingga potensi pohon tumbang bisa ditekan.

Edy mengatakan pihaknya pun sudah melakukan antisipasi menghadapi cuaca ekstrem.

Antara lain dengan melakukan pemetaan wilayah yang beresiko terjadi bencana.

"Termasuk memangkas pohon di titik-titik rawan tumbang, itu sudah dilakukan sejak awal tahun," katanya.( Tribunjogja.com )

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved