Breaking News:

FAKTA di Balik Tewasnya Remaja di Klaten saat Berlatih Silat, Barang Bukti hingga Penyebab Kematian

MRS dinyatakan meninggal dunia setelah mengikuti latihan silat di sebuah perguruan silat di Klaten, Minggu (4/4/2021) lalu.

dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Polres Klaten menetapkan enam tersangka dalam kasus tewasnya seorang remaja berinisial MRS (15), warga Desa Grebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten.

Sebelumnya dikabarkan, MRS dinyatakan meninggal dunia setelah mengikuti latihan silat di sebuah perguruan silat di Klaten, Minggu (4/4/2021) lalu.

"Untuk sementara kita sudah kita tetapkan enam tersangka terkait meninggalnya pesilat tersebut," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Klaten, AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan, saat ditemui Tribunjogja.com di Kecamatan Pedan, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: VIRAL Kakek 58 Tahun Nikahi Gadis Belia 19 Tahun, Ini Kisah di Baliknya

Baca juga: Wanita Lansia yang Hidup Sebatang Kara Ditemukan Meninggal Dunia di Gondokusuman Kota Yogyakarta

Menurut Kasatreskrim, keenam tersangka itu tiga di antaranya berstatus di bawah umur dan tiga lainnya sudah dewasa.

Sebelum menetapkan enam tersangka, lanjutnya, pihaknya telah memeriksa hingga 20 orang saksi.

"Tersangka ini memang ada tiga anak di bawah umur dan tiga orang dewasa," katanya.

Adapun untuk penambahan tersangka, kata Kasatreskrim, pihaknya masih melakukan pengembangan dan tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka.

"Untuk penambahan tersangka tidak menutup kemungkinan karena kasus ini masih diproses," jelasnya.

Barang Bukti

Andriyansyah memaparkan, saat pelaksanaan latihan di perguruan silat tersebut, terdapat sejumlah alat yang digunakan untuk kontak fisik seperti rotan.

"Memang dari hasil pemeriksaan, ada beberapa kegiatan yang mengakibatkan kontak fisik terhadap korban seperti di bagian dada hingga punggung dan alat yang digunakan ada berupa rotan," jelasnya.

Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan
Kasatreskrim Polres Klaten AKP Andriyansyah Rithas Hasibuan (TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan)

Kemudian, Andriyansyah menjelaskan, pihaknya juga telah menyita sejumlah barang bukti dari lokasi latihan pesilat muda itu, seperti tongkat, baju hingga kendaraan korban.

"Nanti barang bukti ini ditambah dengan hasil otopsi. Dalam minggu ini mungkin akan keluar hasilnya," jelasnya.

Keenam tersangka itu, lanjut Kasatreskrim dijerat dengan pasal 80 ayat 2 dan 3 UUD nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman maksimal 15 tahun.

Dugaan Penyebab Kematian

Kasatreskrim Polres Klaten juga menjelaskan dari hasil pemeriksaan polisi, pada saat latihan silat tersebut, diduga ada beberapa kontak fisik terhadap korban.

Dia mengatakan korban menerima kontak fisik pada bagian dada, dan punggung korban.

"Pada saat kontak fisik mereka menggunakan rotan," tutur Andriyansyah.

Polisi pun langsung menahan tiga tersangka dewasa dalam kasus tersebut.

Sedangkan untuk 3 tersangka yang masih di bawah umur tidak dilakukan penahanan.

"Kami akan agendakan tahapan rekontruksi bersama-sama tim jaksa penuntut umum (JPU)," paparnya.

Rumah duka pesilat MRS Klengen RT 15 RW 7 Srebegan, Ceper, Klaten, Minggu (4/4/2021).
Rumah duka pesilat MRS Klengen RT 15 RW 7 Srebegan, Ceper, Klaten, Minggu (4/4/2021). (TribunSolo.com/Fristin Intan Sulistyowati )

Sering Mengeluh Nyeri

Keluarga MRS, remaja yang tewas dalam sebuah latihan silat di Palar, Klaten, 4 April 2021 lalu menceritakan perubahan yang dialami MRS setelah ikut latihan silat

Dona Hendrawan (27), kakak Ipar korban, menuturkan MRS sempat mengeluh sakit seusai latihan.

Padahal, sebelum ikut silat, adik iparnya itu dalam kondisi segar bugar.

Dona Hendrawan (27) kakak ipar korban mengatakan korban sempat mengeluh sakit nyeri di bagian dadanya usai latihan beberapa hari yang lalu.

"Beberapa hari yang lalu korban pernah mengeluh ke istri saya, habis latihan, korban rasakan nyeri di dada," lanjut Dona, Rabu, (7/4/2021).

Baca juga: Pesilat Muda di Klaten Meninggal Dunia, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Baca juga: Rumah di Mantrijeron Dipasangi Garis Polisi Seusai Digeledah Densus 88

Dona mengatakan korban sudah mengikuti silat ini selama 6 bulan lalu.

Dia mengaku semasa korban masih hidup, korban dalam kondisi tidak sakit.

Tapi, tiba-tiba malah meninggal dunia selepas ikut latihan silat.

"Korban mulai masuk perguruan silat sudah 6 bulan lalu, akhir-akhir ini korban tidak mengidap penyakit sebelum meninggal,"ucap Dona.

Selain itu, dia meminta polisi mengusut tuntas kasus yang dialami adik iparnya hanya meminta keadilan semata.

"Kami melanjutkan kasus ini dan meminta polisi mengusut tuntas kasus yang menimpa adik saya, kami hanya ingin mencari keadilan," ucap Dona kepada TribunSolo.com, Selasa (6/4/2021).

Keluarga tidak bisa membendung tangis seusai jenazah MRS, pesilat yang tewas saat latihan dikebumikan di Makam Kulon Klege, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten.
Keluarga tidak bisa membendung tangis seusai jenazah MRS, pesilat yang tewas saat latihan dikebumikan di Makam Kulon Klege, Desa Srebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. (TribunSolo.com/ Fristin Intan )

Dia pun meminta polisi melanjutkan penyidikan kasus tersebut dan memprosesnya agar menjadi pembelajaran juga bagi organisasi silat lainnya.

"Kami hanya ingin semua organisasi bela diri untuk berubah lebih baik, karena banyak yang korban akibat pola organisasi yang kurang baik," harapnya.

Meski begitu, ia berharap proses hukum tetap berjalan dengan seadil-adilnya agar tidak ditemukan lagi peristiwa seperti yang dialami oleh adik iparnya tersebut di kemudian hari.

"Kita berharap kejadian seperti ini tidak ada lagi ke depannya. Kami dari keluarga sudah ikhlas dan mau nggak mau ini sudah takdir yang kuasa. Semoga semua pihak bisa memperbaiki diri," ucapnya saat Tribunjogja.com temui di rumahnya di Desa Grebegan, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Rabu (7/4/2021) sore.

( Tribunjogja.com / tribunsolo.com )

Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved