Breaking News:

Sholat Tarawih Boleh di Masjid, Satgas COVID-19 di Gunungkidul Diharapkan Pantau Penerapan Prokes

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty berharap adanya pengawasan dari Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 di

TRIBUNJOGJA/ Alexander Ermando
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty 

Angka meninggal dunia pun bertambah 2 kasus, sedangkan pasien sembuh mencapai 24 orang dalam sehari.

Secara kumulatif, Gunungkidul saat ini mencatatkan 114 pasien sembuh dan 114 kasus positif meninggal dunia.

Sedangkan pasien sembuh sudah mencapai 2.096 kasus.

"Per kemarin kasus konfirmasi positif COVID-19 di Gunungkidul mencapai 2.324 kasus," ungkap Dewi.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 di Klaten Tetap Jalan Saat Bulan Ramadan, Ini Pertimbangan Dinkes

Kepala Kanwil Kemenag Gunungkidul Arif Gunadi mengatakan pedoman Ibadah Ramadan dan Idulfitri kali ini lebih konkret. Sebab panduannya lebih terperinci dibanding tahun sebelumnya.

Salah satunya mewajibkan pengurus Masjid menunjuk petugas yang memantau kedisiplinan prokes para jemaah. Sterilisasi pun wajib dilakukan secara teratur.

"Jemaah yang mengikuti Sholat Tarawih dan Sholat 5 Waktu juga dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas," jelas Arif.

Sementara para jemaah disarankan untuk membawa sajadah serta mukena masing-masing.

Termasuk wajib bermasker, mencuci tangan, serta menjaga jarak saat beribadah di Masjid. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved