Breaking News:

Yogyakarta

Koalisi Seni Minta Pemerintah Atur Transparansi Royalti Musik kepada Musisi di Indonesia

Koalisi Seni mengapresiasi adanya PP royalti musik karena dasar hukum pemungutan dan pembagian royalti menjadi lebih kuat.

https://unsplash.com/JensThekkeveettil
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM - Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik oleh Presiden Joko Widodo dinilai cukup terlambat.

Koalisi Seni sebagai perhimpunan ekosistem seni di Indonesia mengungkapkan PP tersebut memiliki jarak terbit yang jauh pasca Undang-Undang (UU) Hak Cipta ditetapkan.

“Nyaris tujuh tahun setelah UU Hak Cipta ditetapkan, PP ini baru ditetapkan di tahun 2021. Padahal, peraturan pelaksanaan sebuah UU harusnya selesai paling lambat dua tahun setelah UU mulai berlaku,” kata Hafez Gumay, Manajer Advokasi Koalisi Seni, Rabu (7/4/2021).

Meski begitu, pihaknya mengapresiasi adanya PP tersebut karena dasar hukum pemungutan dan pembagian royalti menjadi lebih kuat.

Baca juga: Presiden Jokowi Teken PP Royalti Musik, Musisi DI Yogyakarta Beri Apresiasi

Sebelumnya, baru ada Peraturan Menteri (Permen) serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM yang mengatur pengangkatan komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), pendirian Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), serta besaran tarif royalti.

Ia mengatakan, karena PP ini baru saja diterbitkan, pemerintah belum sempat sosialisasi maksud dan tafsiran berbagai materi muatan yang terkandung di dalamnya.

Hafez menuturkan, setidaknya ada tiga hal yang perlu diperhatikan pemerintah setelah meneken PP Royalti Musik itu agar implementasinya lebih bermanfaat bagi ekosistem musik di Indonesia

Pertama, mengenai ruang lingkup kegiatan yang wajib membayar royalti.

Kedua, soal pembentukan basis data lagu dan musik nasional sebagai acuan pemungutan dan pendistribusian royalti. 

Halaman
123
Penulis: Ardhike Indah
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved