Breaking News:

Jawa

Kemenag Kota Magelang Masih Susun Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadan

Kemenag Kota Magelang telah menerima surat edaran panduan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan ibadah Ramadan dan Lebaran 1442 H.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Abdurrosyid. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Magelang telah menerima surat edaran panduan dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan ibadah Ramadan dan Lebaran 1442 H.

Nantinya, surat edaran tersebut akan menjadi rujukan dari pelaksanaan ibadah Ramadan 1442 H di Kota Magelang.

Saat ini, Kemenag bersama Pemkot Magelang masih menyusun tata caranya.

"Untuk Kota Magelang, nantinya akan ada panduan ibadah Ramadan dan Lebaran yang dikeluarkan oleh Pemkot  sendiri, namun tetap merujuk aturan pusat. Saat ini, aturan tersebut masih disusun dan akan digelar rapat koordinasi  dengan instansi terkait secepatnya," jelas Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Magelang, Abdurrosyid kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (07/04/2021).

Baca juga: Pemkot Magelang Minta Pelaksanaan Ibadah Salat Tarawih Berjemaah Tetap Situasional 

Sedangkan berdasarkan surat edaran dari pemerintah pusat, peraturan beribadah akan sejalan dengan protokol kesehatan (prokes).

Di mana, dalam lampirannya pembatasan jumlah jemaah sebesar 50 persen dari kapasitas masjid, baik ketika salat wajib, tarawih, hingga tadarus.

"Untuk kapasitas sendiri, kami belum bisa menyebutkan karena peraturan pelaksanaan ibadah Ramadan dan Lebaran oleh Pemkot belum keluar, jadi ditunggu saja. Karena tidak semua daerah bisa dipukul rata," ucapnya.

Sementara itu, ia pun meminta kepada masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan yang dibuat pemerintah dalam pelaksanaan ibadah Ramadan dan Lebaran nanti.

Supaya, angka penularan tidak terjadi peningkatan dan bisa ditekan dengan tetap menjalankan prokes semestinya.

"Kami harap masyarakat mampu mentaati aturan yang dibuat oleh pemerintah terhadap pelaksanaan ibadah nantinya. Untuk menghindari risiko penularannya COVID-19," urianya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved