Breaking News:

Sempat Kehabisan Stok, Pemkot Yogyakarta Lanjutkan Vaksinasi Tokoh Agama dan Masyarakat

Sempat kehabisan stok vaksin Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akhirnya melanjutkan kembali proses imunisasi untuk tokoh masyarakat

TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Suasana vaksinasi massal untuk tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kantor Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sempat kehabisan stok vaksin Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta akhirnya melanjutkan kembali proses imunisasi untuk tokoh masyarakat dan tokoh agama, Selasa (6/4/2021).

Keterbatasan stok pun membuat proses tersebut harus tertunda selama satu pekan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berujar, vaksinasi untuk kedua kalangan itu, baru berlangsung di dua kecamatan.

Baca juga: Petugas Lakukan Penggeledahan Pada Puluhan Warga Binaan Rutan Kelas II B Wates Kulon Progo

Pertama, di Wirobrajan sekira satu minggu lalu, kemudian vaksinasi terhenti dan baru dilanjutkan pada Selasa (6/4/2021) di Kotagede.

"Karena kita hampir satu minggu ini kehabisan dosis vaksin. Alhamdulillah, hari ini datang 15 ribu dosis, sehingga kita bisa memulai lagi untuk tokoh agama, tokoh masyarakat, lansia, serta guru-guru yang belum," cetus Heroe.

Menurutnya, vaksinasi yang menyasar tokoh agama, serta tokoh masyarakat ini tidak kalah penting dari guru, maupun lansia.

Sebab, bagaimanapun juga, mereka mempunyai andil besar dalam mengkondisikan warga di lingkungan masing-masing, terutama selama PPKM berbasis mikro ini.

"Ini bagian dari upaya kita semua, agar di masa seperti ini, mereka yang bekerja di kantor, tempat publik, bisa divaksin semua. Begitu juga, mereka yang ada di kampung, Pak RT, Pak RW, maupun Ketua Kampung itu, ya," ucapnya.

"Selama ini, mereka berada di garda terdepan untuk ikut serta mengatasi bagaimana supaya sebaran tidak terjadi di lingkungannya. Kalo dua itu dibarengkan secara optimal, harapannya pandemi bisa tertangani," lanjut Heroe.

Baca juga: 13 Pasangan Tidak Resmi di Klaten Terjaring Razia Pekat, di antaranya Masih Berstatus Pelajar

Hanya saja, Wakil Wali Kota Yogyakarta itu menyampaikan, tambahan alokasi 15 ribu dosis vaksin tersebut belum cukup untuk menjangkau semua sasaran.

Bahkan, berdasar analisa Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, 15 ribu dosis ini bakal  habis dalam kurun waktu sekira sepekan kedepan.

"Masih belum (cukup). Tapi, karena kemarin sempat terhenti karena kehabisan stok, sekarang paling tidak bisa bernafas lah. Harapannya bulan Ramadan (vaksinasi) bisa berjalan seperti semula, sehingga habis lebaran sudah banyak masyarakat yang sudah tervaksin," cetus Wawali.

Dengan begitu, peningkatan aktivitas warga saat Idulfitri, diharapkan tidak dibarengi dengan lonjakan kasus Covid-19.

Apalagi, sejak awal Pemkot Yogyakarta telah mencanangkan bakal memulai kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka, selepas Lebaran mendatang.

"Makanya, harapan kami, sehabis lebaran itu semua guru sudah tervaksinasi. Kita juga sedang mengondisikan RS yang sanggup melayani vaksinasi malam hari. Tapi, Puskesmas tetap siang, sepeti biasa," pungkasnya. (aka)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved