Breaking News:

Penggeledahan Sejumlah Tempat di DIY Oleh Densus 88, Begini Komentar Aktifis SMI

Penggeledahan Sejumlah Tempat di DIY Oleh Densus 88, Begini Komentar Aktifis SMI

Istimewa
Anggota kepolisian dari Polres Sleman membantu pengamanan perimeter di Lojisari RT 7 RW 22 Tegaltirto, Berbah, Sleman, saat penggeledahan rumah oleh Densus 88, Sabtu (03/10/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penggeledahan sejumlah lokasi yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di tiga wilayah yakni Kabupaten Sleman, Bantul serta Kota Yogyakarta sejak Jumat (2/4/2021) lalu membuat sejumlah kalangan bertanya-tanya.

Selain wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY, pengamat terorisme dan aktivis Social Movement Indonesia (SMI) Eko Prasetyo turut meresponnya.

Menurut Eko, informasi yang terbatas menimbulkan prasangka yang muncul dari masyarakat terkait aktivitas penggeledahan oleh Densus 88 Antiteror di tiga wilayah DIY itu.

Menurut Eko bisa jadi ada sel teroris, entah dari Jamaah Ansharut Daulat (JAD), dan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) atau lainnya di wilayah DIY. 

"Karena informasi nyaris terbatas, ini butuh ormas atau tokoh masyarakat untuk terlibat mengklarifikasi, jangan sampai masyarakat berprasangka karena informasi belum terklarifikasi," katanya, kepada Tribun Jogja, Selasa (6/4/2021)

Eko menambahkan, pada dasarnya Undang-undang terorisme memberikan ruang cukup lebar bagi Densus 88 untuk melakukan penangkapan jaringan terorisme.

Namun dalam prosesnya, masyarakat harus bersabar menunggu hasil persidangan selesai, di satu sisi masyarakat tidak tahu keberadaan sel teroris itu berada di mana saja.

Dari pengamatan Eko Prasetyo, salah satu variabel sel terorisme berkembang di suatu wilayah dapat melalui lembaga filantropi seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Jalan Suryadiningratan, Kecamatan Mantrijeron yang pada Minggu (4/4/2021) digeledah oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Baca juga: Penggeledahan oleh Densus 88 di Wilayah DI Yogyakarta, DPRD DIY Kecewa dengan Kesbangpol

Baca juga: Bupati Bantul Kaget Empat Rumah Warganya Digeledah Densus 88

Eko memberi catatan bagi pemangku kebijakan supaya benar-benar mengawasi lembaga filantropi apa pun jenis aktivitasnya.

"Ini sangat penting. Apa pun itu lembaga filantropi untuk terbuka ke publik. Digunakan untuk apa, dari mana asal usulnya. Kemudian mereka memanfaatkan untuk apa," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved