Breaking News:

Kota Yogya

Giatkan Program Pemberdayaan, Baznas Kota Yogya Targetkan Rp7,9 Miliar dari ZIS DSKL 2021

Giatkan Program Pemberdayaan, Baznas Kota Yogya Targetkan Rp7,9 Miliar dari ZIS DSKL 2021

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Jajaran Baznas Kota Yogya menyerahkan laporan kegiatannya kepada Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi di komplek Balai Kota setempat, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta mematok target zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS DSKL) sebesar Rp7,9 miliar pada 2021 ini.

Nantinya, dana itu dimanfaatkan untuk program-program pemberdayaan masyarakat.

Ketua Baznas Kota Yogyakarta, Syamsul Azhari mengatakan, target tersebut lebih tinggi dari realisasi ZIS DSKL 2020 silam yang berada di angka Rp5,4 miliar.

Menurutnya, pengelolaan keuangan tahun lalu telah diaudit kantor akuntan publik, dengan hasil wajar tanpa pengecualian (WTP).

"WTP itu merupakan yang ke-10 secara berturut-turut bagi Baznas Kota Yogyakarta. Bahkan, indeks kepatuhan syariah 2020 meraih nilai A," cetusnya, Senin (6/4/2021).

Syamsul menyampaikan, tahun ini pihaknya siap menjajaki kembali program pemberdayaan masyarakat di lokasi anyar.

Baca juga: Penuhi Janjinya, Bupati Gunungkidul Sunaryanta Jamu Ratusan THL Pakai Gajinya

Baca juga: Marak Penangkapan Terduga Teroris di DI Yogyakarta, Sri Sultan Pimpin Deklarasi Jogja Istimewa

Antara lain, upaya pendampingan untuk warga Sodagaran dan Ledok Timoho di bantaran Gajahwong. Kedepannya, program tersebut disinergikan dengan Pemkot.

"Untuk di Sodagaran, masih terus berlanjut. Rencana kami, dampingi hingga tiga tahun dengan menggandeng sejumlah pihak, termasuk perguruan tinggi," terangnya.

Bahkan, tambahnya, program pemberdayaan di Sodagaran yang berhasil mendampingi warga setempat untuk beralih profesi dari peternak babi, sanggup menyabet predikat percontohan Zakat Community Development.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan, Pemkot dan Baznas sudah menjalin komitmen untuk memadukan program pemberdayaannya.

Terutama, untuk daerah-daerah yang dinilai mempunyai potensi kemerosotan moral, maupun perekonomianya.

"Salah satunya yang Ledok Timoho itu. Kita sudah siapkan konsep Kampung Jawa di sana. Kedepannya, akan ada upaya penataan dari aspek lingkungan, arsitektur, sekaligus nilai-nilai moralnya juga," pungkas Heroe. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved