Yogyakarta

Masjid Gedhe Kauman Siap Gelar Tarawih Berjemaah, Diprioritaskan Bagi Warga Sekitar

Sesuai dengan anjuran pemerintah pusat, imbuh Azman, Masjid Gedhe nantinya bakal memprioritaskan jemaah, yang berdomisili di Kauman dan sekitarnya.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM
Masjid Gedhe Kauman yang berada di Kampung Kauman Kelurahan Ngupasan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM - Takmir Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta menyambut baik keputusan pemerintah pusat yang resmi mengizinkan jemaah salat tarawih pada Ramadan nanti.

Pembatasan pun siap dilakukan, termasuk mengenai prioritas bagi warga Kauman dan sekitarnya.

Ketua Takmir Masjid Gedhe Kauman, Azman Latif berujar, keputusan pemerintah pusat tersebut sudah sesuai dengan surat edaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Yakni, salat jemaah tarawih di masjid diperbolehkan, dengan catatan protokol kesehatan diterapkan ketat.

"Ini nanti salat jemaah tarawih pertama, setelah satu tahun kemarin ditiadakan. Harapan kami, semua masyarakat bisa melaksanakan ibadah di tempat, atau masjid terdekat di lingkungannya masing-masing," tambahnya.

Baca juga: Pemerintah Izinkan Umat Muslim Jalankan Salat Tarawih Berjamaah di Masjid, Begini Aturannya

Sesuai dengan anjuran pemerintah pusat, imbuh Azman, Masjid Gedhe nantinya bakal memprioritaskan jemaah, yang berdomisili di Kauman dan sekitarnya.

Tetapi, jika memang ada jemaah dari luar yang terlanjur datang, pihaknya pun sudah memepersiapkan tempat tersendiri.

Menurutnya, hal tersebut sudah diterapkan dalam jemaah salat fardu sehari-hari, dimana jemaah dari luar lingkungan setempat akan diposisikan di saf paling belakang.

Tanpa ada maksud membeda-bedakan, kebijakan ini ditempuh demi kebaikan dan kenyamanan seluruh jemaah.

"Ya, jadi saat tarawih nanti, kalau terpaksanya ada (jemaah luar Kauman), kita akan buatkan saf terpisah. Mungkin nanti bisa ditempatkan di serambi," terang Azman.

Berdasar pengalaman sejauh ini, para petugas masjid raya provinsi itu pun tidak mengalami kesulitan berarti, dalam mendeteksi jemaah yang berasal dari lingkungan sekitar, atau dari luar. Pasalnya, mereka yang diplot ialah orang-orang yang intensif beraktivitas di masjid.

Baca juga: Masjid Agung Sleman Berencana Tetap Gelar Sholat Tarawih, Tapi Tiadakan Tadarus dan Buka Bersama

"Petugas kami sudah dapat membedakan, ya, mana warga Kauman sekitarnya, atau jamaah tetap dan mana yang bukan. Sangat hafal dengan warganya," cetusnya.

Di samping itu, Azman juga memastikan, pelaksanaan salat jemaah tarawih nanti bakal dilakukan dengan sesederhana mungkin.

Sehingga, intensitas salat, maupun ceramahnya, bakal dipersingkat.

Sementara kuotanya juga dibatasi 50 persen dari kapasitas maksimal Masjid Gedhe.

"Ceramah sebelum tarawih diperpendek, tidak boleh lebih dari 10 menit. Kemudian, biasanya kan ada salat tarawih satu juz seminggu sekali, tahun ini ditiadakan. Jadi, bacaan surat nanti pendek-pendek saja," jelasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved