Breaking News:

Kota Yogyakarta

Anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Yogya Usulkan Pembentukan Pansus Dugaan Kredit Fiktif Bank Jogja

Wisnu Sabdono Putro mengajukan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) kasus dugaan kredit fiktif sebesar Rp27,4 miliar yang dicairkan BPR Bank Jogja.

TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Wisnu Sabdono Putro (kanan) saat menyampaikan paparannya dalam diskusi 'Fenomena Kredit Fiktif Bank Plat Merah', Senin (5/4/21). 

TRIBUNJOGJA.COM - Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Wisnu Sabdono Putro bakal menggalang kekuatan di internal fraksi PDI Perjuangan, untuk mengajukan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) kasus dugaan kredit fiktif sebesar Rp27,4 miliar yang dicairkan oleh BPR Bank Jogja.

Hal itu, disampaikannya dalam agenda diskusi 'Fenomena Kredit Fiktif Bank Plat Merah' yang diinisasi oleh DPC PDI-P Kota Yogyakarta, Senin (5/4/2021).

Pada kesempatan tersebut, aktivis Jogja Corruption Watch (JCW), Baharudin Kamba, turut didapuk sebagai satu di antara narasumber.

"Kami akan coba lewat internal fraksi, untuk mengajukan pansus terkait Bank Jogja ini, karena kita ingin mengetahui, sejauh mana perkembangannya," ujar Wisnu.

Baca juga: Kejati DI Yogyakarta Dalami Dugaan Pencucian Uang Kasus Kredit Fiktif Bank Jogja

"Informasi yang kami dapat baru dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka, keduanya dari Transvision dan ditangani Kejati. Namun, mengenai proses dan perkembangannya sejauh mana, kita belum tahu," tambahnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta itu mengakui, Pansus memang hanya sebatas memanggil pihak-pihak yang terkait, serta memberikan rekomendasi.

Hanya saja, dalam penanganannya, dibutuhkan keterbukaan, sehingga warga masyarakat pun mengetahui kebenarannya.

"Harus ada transparansi, ini menyakiti warga Yogyakarta. Terutama nasabah Bank Jogja, pasti ada ketakutan. Proses hukum memang sudah berjalan, kita tidak ingin mendahului, sebatas menyajikan analisa saja," terangnya.

Baca juga: Dua Tersangka Kasus Kredit Fiktif Bank Jogja Mendekam di Lapas II A Yogyakarta

Di samping itu, pihaknya juga ingin mengetahui lebih jauh soal peran dan tanggung jawab dewan pengawas.

Sebab, ia mengatakan, terdapat kemungkinan dewan pengawas telah lalai dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Halaman
12
Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved